Tentang Pantai Habe

Keindahan alam Papua tak hanya di punggung Utara pulau cenderawasih semata. Di bagian selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, ada sebuah pulau yang sangat elok. Namanya Pulau Habe. Pulau ini terletak di Kampung Wambi.

Tentang Bandara Mopah Merauke

Sebagai satu-satunya Airlines yang tetap mempertahankan komitmen membangun tanah Papua sejak beroperasinya PT. Merpati Nusantara tahun 1962 hingga sekarang, maka seiring dengan perkembangan pemekaran wilayah Papua dan Kabupaten Merauke.

Tentang Tugu Libra 969

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT akhirnya meresmikan Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) 969. Dalam peresmian tersebut, Bupati Romanus membeberkan secara blak-blakkan ihwal makna dari angka 969.

Tentang Pelabuhan Merauke

Dermaga pelabuhan Merauke dengan panjang 158 M, Draft 6 M dan GT 7.341 dapat disinggahi oleh kapal penumpang dan kapal perintis. Dermaga Merauke merupakan pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Merauke.

Tentang Kepala Daerah Merauke

Bupati Merauke, Bpk. Romanus Mbaraka, adalah satu dari 30 Bupati/ Walikota terbaik yang menerima piagam penghargaan dari Kemendagri melalui Sekjen Diah Anggraeni pada bulan Oktober yang lalu untuk Program Innovative Government Awards-IGA 2012.

Showing posts with label Ekbis. Show all posts
Showing posts with label Ekbis. Show all posts

Thursday, 19 June 2014

PT. Medco Bangkrut, 350 Karyawan Di-PHK

BCMerauke.com. PT. Medco Papua Lestari, perusahan yang bergerak di bidang industrik kayu di Kabupaten Merauke bangkrut sehingga mem-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) 350 karyawan.

Kepala Disnakentrans Kabupaten Merauke, Oktavianus Kaize mengatakan, kerugian yang dialami PT. Medco Papua Lestari itu disebabkan karena selama 10 bulan terakhir ini biaya produksi lebih tinggi dibandingkan biaya pemasukan perusahan.

“Menurut PT. Medco kayu hasil produksi mereka kualitasnya selama 10 bulan terakhir ini rendah dan kurang menguntungkan di pasar dunia sehingga perusahan mengalami kerugian karena biaya produksi lebih besar dari pada pemasukan,” kata Oktavianus di Merauke, Rabu (18/6/2014).

Ia melanjutkan, PT. Medco Papua Lestari di Tamuli, Merauke itu memiliki 400 karyawan. Sebanyak 350 karyawan di PHK dan tersisa 50 karyawan masih dipertahankan perusahan untuk menjaga seluruh aset perusahan yang ada.

Disnaker berupaya membangun komunikasi dengan pihak perusahan untuk menyelesaikan upah 350 karyawan yang di-PHK tersebut sesuai dengan ketentuan dan aturan undang-undang ketenagakerjaan di Indonesia.

“Disnaker Merauke sementara mengupayakan membangun komunikasi dengan perusahan-perusahan yang ada di Merauke agar dapat menyerap 350 karyawan yang di PHK tersebut agar jumlah pengangguran tidak bertambah di Merauke,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Medko belum dimintai klarifikasi soal PHK 350 karyawannya. (SULPA)

Tak Ada Kuota BBM untuk Nelayan dan Petani di Merauke

BCMerauke.com - Sektor Pertanian dan Perikanan di Merauke dikabarkan sangat membutuhkan bahan bakar minyak (BBM), tetapi tak ada kuota untuk nelayan dan petani.

Ditemui di Merauke, Rabu (18/6/2014), Operation Head Terminal Bahan Bakar Minyak (OH-TBBM) Pertamina Merauke, Isak Samuel sudah ada agen premium minyak dan solar (APMS) bagi kebutuhan nelayan dan petani tetapi untuk sementara kuotanya tidak tersedia.

Menurut dia, pendistribusian BBM bagi nelayan dan petani selama ini belum sesuai karena pengawasan yang masih kurang. Karena itu, kedepan Pertamina membentuk tim khusus pendistribusian BBM bagi nelayan dan petani. Ia berharap APMS yang sudah dibentuk oleh Pertamina untuk menyalurkan BBM kepada petani dan nelayan dapat menyalurkan pasokan minyak sesuai sasarannya.

Beberapa APMS yang sudah dibentuk oleh Pertamina untuk melayani Petani dan Nelayan di Merauke telah mengusulkan untuk alokasi kebutuhan itu hanya saja kuota belum tersedia sehingga Pertamina belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut. (SULPA)

Thursday, 8 May 2014

Pemda Merauke Jalin Kerja Sama dengan Trigana

BCMerauke.com - Setelah memutuskan hubungan kerja sama dengan PT. Merpati Nusantara, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Merauke akan menjalani hubungan kerja sama dengan perusahan penerbangan Trigana.

Kerja sama itu dilakukan usai rapat tim KSO (Kerja Sama Operasional) yang dipimpin Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT di Dinas Perhubungan Merauke, Senin (5/5/2014).

“Khusus pesawat twin otter milik Pemda Merauke sesuai kesepakatan tim KSO Pemda Merauke akan diserahkan untuk dioperasionalkan Trigana. Sehingga dalam waktu dekat ini tim akan berangkat ke Jayapura bertemu pihak Trigana untuk membicarakan kerja sama pengoperasian pesawat tersebut,” ujar bupati.

Menurut dia, Trigana menawarkan kepada Pemda Merauke untuk mengoperasikan pesawat Twin Otter milik Pemda Merauke yang selama ini dioperasikan oleh pihak Merpati. Tawaran itu dilakukan saat belum memutuskan kerja sama dengan PT. Merpati Nusantara. Namun, saat itu Pemda belum memberikan jawaban atas tawaran tersebut.

Trigana juga menawarkan membeli Pesawat Boeing 737 Seri 300 milik Pemda Merauke untuk dijadikan pesawat cargo atau pesawat muat barang. Namun Pemda Merauke belum memberikan kepastian sebab harus membahas terlebih dulu bersama tim KOS dan DPRD Kabupaten Merauke. (SULPA)

Polisi Selidiki Pengadaan Kapal Rp.18 Miliar Milik Pemkab Merauke

BCMerauke.com - Polres Merauke tengah menyelidiki kasus pembelian Kapal LCT Ohan 09 milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke yang kini sedang dikelola PT Pelayaran Musamus. Kapal itu dibeli pada tahun 2006 silam dengan menggunakan dana Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), senilai Rp 18 milyar.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar (Pol) Sri Satyatama melalui Kasat Reskrim Polres setempat, Inspektur Satu (Pol) Agus Siswanto membenarkan hal itu, sebanyak 12 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.

“Mereka yang dimintai keterangan, mulai dari Ketua Tim Pembahasan Rencana Investasi dan Kerjasama antara Pemkab Merauke bersama PT Pelayaran Musamus, bagian keuangan di lingkup pemerintah setempat serta Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Merauke, Sumiar Pasaribu,” ungkapnya kepada tabloidjubi.com, Rabu (7/6).

Lebih jauh dia mengungkapkan, sejumlah barang bukti telah didapatkan untuk pengembangan proses penyelidikan yakni izin prinsip, akte pendirian dari PT Musamus,  Surat Keputusan (SK) Bupati Merauke serta Daftar Isian Anggaran (DPA).

Ditanya apakah sudah ada indikasi yang mengarah kepada dugaan penggelembungan anggaran (mark up), pihaknya mengaku belum bisa banyak memberi keterangan, karena proses penyelidikan masih terus dilakukan.

Namun menurutnya, untuk pembelian kapal dimaksud, pembayaran dilakukan selama dua tahap. Pertama adalah Rp 3,6 milyar dan tahap kedua Rp 14.4 milyar.

Kapal tersebut, katanya, masih beroperasi mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Ambon menuju Timika. “Kami juga ingin mencari tahu apakah sesuai kesepakatan untuk bagi hasil dari beroperasinya kapal yang harus diserahkan PT Musamus kepada Pemkab Merauke senilai Rp 200 juta tiap bulan, berjalan rutin atau tidak,” tandasnya.

Secara terpisah,  anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Fransiskus Ohoiwutun mengatakan, pihaknya mendukung langkah yang dilakukan Polres untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap hal itu. (Jubi/Frans L Kobun)

Pembangunan Pasar Waninggap Nanggo Tak Disertai Perencanaan Terminal

BCMerauke.com - Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengungkapkan, pembangunan Pasar Wamanggo, Merauke yang dilakukan beberapa tahun silam, tak disertai dengan perencanaan pembangunan terminal.

“Dengan demikian, angkutan kota (Angkot) maupun angkutan pedesaan, tak bisa keluar-masuk di situ. Sehingga para sopir pun mencari jalan sendiri memarkirkan mobilnya untuk menurunkan dan membawa penumpang ke tempat tujuan,” kata Romanus  saat ditemui di Kantor Bappeda Merauke, Selasa (6/5).

Menurut Romanus, sejak tahun 2011 lalu, dirinya sudah melakukan komunikasi bersama para sopir sekaligus menyampaikan bahwa nantinya akan dibangun terminal yang representatif. Sehingga dapat menjadi tempat untuk menurunkan penumpang maupun barang.

Setahun kemudian, kata Romanus, para sopir melancarkan aksi protes dan menagih janji pembangunan terminal. Sebagai tindaklanjutnya, salah satu ruangan di dalam Pasar Wamanggo yang dijadikan sebagai arena parkir, dilirik untuk dilakukan pembongkaran. Sekaligus direncanakan pembangunan terminal sementara bagi para sopir.

“Saat itu, saya mempunyai suatu tekad agar area parkir yang telah dibangun secara bersamaan dengan Pasar Wamanggo, dilakukan pembongkaran. Hanya saja, tidak serta merta dilakukan begitu saja. Karena harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” katanya.

Setelah surat dikirim, kata Romanus, direspon BPK. Tapi mereka menurunkan tim untuk melakukan peninjauan lapangan dan menghitung kembali besarnya anggaran yang dimanfaatkan dalam pembangunan area parkir dimaksud. Begitu tim turun dan periksa, beberapa saat kemudian, datanglah surat dari BPK yang mengizinkanb dilakukan pembongkaran.

“Memang aturan mengamanatkan seperti demikian. Kita tidak serta merta membongkar area yang ada. Karena merupakan aset dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Olehnya, saya meminta pengertian dan pemahaman baik dari para sopir yang harus menunggu agak lama,” tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Jakobus Duwira mengaku, kegiatan pembongkaran area parkir sedang dilakukan dan dalam waktu dekat sudah selesai. Sehingga akan dilanjutkan dengan pembangunan terminal sesuai dengan gambar yang dipersiapkan. (Jubi/Frans L Kobun)

Tuesday, 6 May 2014

Empat Pesawat Pemkab Merauke Segera Ditarik dari PT. Merpati Nusantara Airlines

BCMerauke.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke telah menyiapkan surat Tim Kerjasama Operasional (KSO) kepada Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) menyusul pencabutan  izin operasional  pesawat. Inti surat itu adalah menarik kembali empat pesawat yang terdiri dari tiga jenis Boeing dan satu Twin Oter.

Dalam pertemuan di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Senin (5/5), Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT menegaskan, hari ini juga surat tersebut harus segera dituntaskan. Sekaligus dihantar langsung kepada PT MNA di Jakarta. Keempat pesawat tersebut, katanya, merupakan aset milik masyarakat dan Pemkab Merauke.

Dengan demikian, lanjut Bupati Merauke, segera ditarik dan dioperasikan kembali. “Memang fokus pertama yang dilakukan adalah pesawat jenis Twin Oter yang sampai sekarang hanya parkir begitu saja di Bandara Mopah dan tak  beroperasi ke daerah perdalaman melayani masyarakat. Padahal, sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Merauke menjelaskan, Tim KSO juga akan bergerak ke Jayapura sekaligus membicarakan secara bersama-sama dengan Manajemen Trigana. “Saya sudah melakukan kontak person dan managemen Trigana meresponi dengan baik mengelola pesawat twin oter untuk diterbangkan ke daerah pedalaman,” katanya.

Dikatakan, sambil mengurus berbagai administrasi, termasuk kerjasama dengan Trigana, pesawat jenis Twin Oter harus segera dioperasikan. Di samping itu, pemutusan hubungan kerja bersama PT MNA. “Kita tidak boleh membiarkan pesawat terlalu lama parkir di Bandara Mopah. Karena sangat dibutuhkan untuk pelayanan ke daerah pedalaman,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Leonardus Mahuze mengatakan, langkah yang diambil pemerintah sudah sangat tepat untuk menarik keempat pesawat tersebut, apalagi twin oter yang sangat dibutuhkan.

“Saya kira, Dewan sebagai perpanjangan tangan dari rakyat, tentunya memberikan dukungan agar pesawat milik masyarakat dan Pemkab Merauke, segera dioperasikan. Sehingga bisa memberikan konttribusi dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) termasuk melayani masyarakat di daerah pedalaman,” tuturnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Utang PT. Merpati Di Pemkab Merauke Rp.48 Miliar

BCMerauke.com - Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, M.T. mengatakan, utang  PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang belum dibayar  hingga sekarang senilai Rp 48 miliar. Sebaliknya, utang Pemkab Merauke terhadap PT MNA senilai Rp 8 miliar yang belum dilunasi juga.

Hal itu disampaikan Bupati Merauke dalam pertemuan  di ruang rapat Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke Senin (5/5).

Dikatakan, berkaitan dengan utang piutang tersebut, hingga sekarang belum juga ditandatangani PT MNA.
Namun demikian, lanjut Bupati Merauke, meskipun kontrak kerjasama akan diputuskan, tetapi utang piutang tersebut harus tetap diselesaikan sebagaimana biasa.

“Kami dari Pemkab Merauke akan membayar utang senilai Rp 8 miliar. Sebaliknya PT MNA juga harus menyelesaikan utangnya, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan,” tandasnya.

Dijelaskan, langkah awal yang dilakukan sekarang adalah membuat surat pemutusan kontrak kerjasama terlebih dahulu. Jika sudah ada tindaklanjut penyerahan keempat pesawat itu, maka selanjutnya adalah penyelesaian hutang piutang dimaksud.

Salah satu Tim Kerjasama Operasional (KSO) Pesawat Merpati, Kusmanto, SH menambahkan, pembicaraan sudah dilakukan bersama pihak manajemen PT MNA dan harus ada penyelesaian. Artinya, pembayaran utang piutang itu harus tetap dilakukan. (Jubi/Frans L Kobun)

Friday, 2 May 2014

Area Parkir Dibongkar, Kontraktor Dipatok Satu Bulan Bangun Terminal


 BCMerauke.com - Kegiatan pembongkaran area parkir di dalam Pasar Wamanggo sudah mulai dilakukan. Bahkan, kontraktor yang diberikan tugas dan tanggungjawab menyelesaikan pekerjaan tersebut, harus segera melakukan pembongkaran sekaligus meratakan untuk pembangunan terminal. Sehingga dapat digunakan dan atau dimanfaatkan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Jacobus Duwira kepada tabloidjubi.com diruang kerjanya Rabu (30/4).

“Sesuai petunjuk dari Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, pembongkaran harus segera diselesaikan dan dilanjutkan pembangunan terminal. Sehingga dalam satu sampai dua bulan kedepan, terminal itu sudah dapat dipergunakan,” katanya.

Dijelaskan, pihaknya juga sedang memikirkan untuk mengoperasikan terminal setelah selesai dibangun. Tetapi yang jelas bahwa tiga trayek angkutan kota sudah pasti harus masuk dalam terminal. Selain itu, beberapa unit Damri yang selama ini beroperasi ke Sota dan Muting, juga akan masuk di dalam area terminal.

Dengan beroperasinya terminal nanti, katanya, maka secara tidak langsung akan memberikan manfaat sangat besar bagi para pedagang di dalam yang selama ini mengeluh lantaran omzet pendapatan mereka mengalami penurunan sangat drastis.

“Kita harus akui bahwa kalau terminal terpisah dari pasar, maka akan berdampak sangat besar. Sehingga dengan hadirnya terminal dalam area pasar,  sudah pasti memberikan manfaat besar bagi banyak orang terutama para pedagang sendiri,” katanya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan langkah yang dilakukan itu, agar para sopir bisa mempunyai rute jelas, di mana penumpang atau barang akan naik dan turun.

“Ya, itu hanya terminal sementara saja. Nanti akan dibangun terminal bersama pasar yang lebih representatif lagi di daerah Blorep,” tandasnya.(Jubi/Frans L Kobun)

Wednesday, 30 April 2014

Istri Pejabat Papua Diberikan Tempat Jualan Di Pasar Wamanggo

BCMerauke.com - Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, mengatakan, pihaknya mengambil kebijakan dengan memberikan kesempatan kepada isteri para pejabat Papua untuk menempati tempat jualan di Pasar Wamanggo.

“Sehingga mereka dapat melakukan aktivitas berjualan, sekaligus menambah penghasilan untuk menopang ekonomi keluarga,” kata Romanus saat ditemui tabloidjubi.com, Selasa (29/4).

Menurut Romanus, sampai sekarang terdapat puluhan los bangunan di Pasar Wamanggo yang belum ditempati. Olehnya, diambil kebijakan agar diberikan kepada isteri para pejabat terutama orang Papua untuk dapat berjualan apa saja di dalam pasar tersebut.

“Saya hanya berikan kompensasi serta kebijakan kepada isteri pejabat Papua. Diluar dari itu, tidak diizinkan. Ya, tentunya dengan los pasar yang diberikan,  memberikan manfaat juga. Dimana, setelah suaminya pensiun, bisa mengembangkan usaha tersebut lebih besar lagi,” ujarnya.

Ditambahkan, banyak keluhan yang disampaikan jika pasar sepi dan masih banyak belum ditempati. Padahal, sudah dilakukan pembagian. Untuk menjaga agar tidak kosong lagi, maka harus diambil tindakan lebih cepat. Sehingga orang bisa menempati dan berjualan sebagaimana biasa.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendapatan daerah (Dispenda) Kabupaten Merauke, Maje Nur mengaku, hampir setiap saat, dirinya selalu berkunjung ke Pasar Wamanggo dan melihat sekaligus mendengar secara langsung keluhan dari para pedagang. “Memang banyak keluhan yang disampaikan, tetapi secara perlahan-lahan terus dilakukan pembenahan kembali,” tuturnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Tuesday, 22 April 2014

Pembelian Pesawat Kepresidenan Hemat Uang Negara

BCMerauke.com - Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan, pembelian pesawat kepresiden seharga Rp 842 miliar menghemat keuangan negara.

Dalam kunjungannya ke Merauke dalam rangka uji coba pesawat operasional Kepresiden RI boeing 737 seri 800 Kamis(17/4/2014), menurut dia, pembelian pesawat ini menghemat anggaran perjalanan presiden maupun wakil presiden baik dalam maupun luar negeri dalam setahun kurang lebih 114,2 miliar.

Diungkapkan, pembelian pesawat kepresidenan ini bisa dipakai oleh presiden selanjutnya sampai kapanpun selama pesawat ini bisa terawat bagus. Selama itu pula penghematan keuangan negara untuk penjalanan dinas presiden dan wakil presiden negara Republik Indonesia.

Disampaikan, pesawat ini belum mendapat sertifikat dari Kemhean sehingga dilakukan uji coba kelayakan sebelum diterbitkan sertifikat Kemhan layak digunakan presiden dan wakil presiden.

Kelebihan pesawat ini canggih dan anti rudal aman digunakan oleh kepala dan wakil kepala Negara.

Ditambahkan, uji coba penerbangan dan lending di  Kabupaten Merauke, Papua, guna menguji jarak tempu penerbangan pesawat tersebut sebab pesawat itu bisa terbang  selama 11 jam non stop. Sehingga  rute penerbangan Sabang-Merauke melalui Manado kemudian melalui Miangas dan Pulau Rote kembali ke Jakarta merupakan rute yang tepat untuk uji jangkauan pesawat tersebut. (SULPA)

Sriwijaya Air Siap Kelola Empat Pesawat Merpati Milik Pemkab Merauke

BCMerauke.com - Direktur komersial Sriwijaya Air, Toto Nursatyo menyatakan pihaknya siap mengelola empat pesawat Merpati milik masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. “Manajemen air lines mana yang tidak suka jika diberikan kepercayaan untuk mengelola pesawat-pesawat tersebut?”ungkap Toto kepada tabloidjubi.com Senin (21/4).

Menurutnya, pihak Sriwijaya Air sangat terbuka dan siap jika diberikan kepercayaan oleh Pemkab Merauke mengelola empat pesawat yang selama ini berada di bawah manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) itu.

“Saya kira banyak airlines kepingin mengelola empat pesawat tersebut. Hanya saja, kembali kepada pemerintah setempat untuk menentukan siapa yang paling berwenang serta berkompoten,” ucapnya.

Kalaupun nanti Pemkab Merauke memberikan kepercayaan kepada pihaknya, maka menurutnya harus diselesaikan terlebih dahulu administrasi yang ada seperti status dari pesawat serta asetnya. Sehingga menjadi lebih jelas.

“Itu memang milik Pemda, tetapi juga milik negara,” tuturnya.

Toto mengaku belum menjalin komunikasi sedikitpun dengan pihak Pemda setempat untuk membicarakan hal itu, namun jika diberikan tugas dan tanggungjawab, mereka akan menyatakan siap mengelola empat pesawat yang terdiri dari tiga jenis boeing serta satu twin other itu dengan sebaik mungkin.

Sementara itu, Ketua Tim Kerjasama Operasional (KSO) Pesawat Merpati, Sunarjo, mengaku, sampai sekarang, pemerintah setempat belum mengambil suatu keputusan untuk mengalihkan empat pesawat tersebut kepada airlines lain.

“Kami masih melakukan pengkajian dan belum mengambil suatu keputusan akhir,” tandasnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Thursday, 17 April 2014

Sriwijaya Air Fokuskan Perhatian di Pasar Papua

BCMerauke.com - Managemen maskapai Sriwijaya Air memberikan fokus perhatian terhadap pasar di Papua. "Sebab jumlah penumpang dari waktu ke waktu dengan tujuan Makassar, Surabaya, Jakarta serta beberapa daerah lain, mengalami peningkatan,” kata Comercial Director Sriwijaya Air, Toto Nursatyo kepada sejumlah wartawan di Bandara Mopah-Merauke, Rabu (16/4).

“Memang kami memberikan fokus perhatian lebih besar kepada penerbangan ke Papua. Karena pasca tidak beroperasinya Pesawat Merpati, maka jumlah penumpang yang menggunakan jasa Sriwijaya Air, terus mengalami peningkatan jumlah penumpang dari waktu ke waktu,” tambah Toto.

Beberapa rute yang telah dibuka untuk wilayah Papua, demikian Toto, adalah  Jayapura, Manokwari, Sorong, Timika serta Merauke. Kedepan, beberapa daerah lain akan tetap dimasuki Pesawat Sriwijaya Air. “Kita juga membuat akses lebih banyak terutama dari Papua menuju Makassar. Karena Makassar sebagai indikator dan penyebaran penumpang ke daerah lain di wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Diakui jika jumlah pesawat yang dioperasikan ke Papua sekarang berkisar antara enam sampai tujuh unit untuk melayani beberapa daerah tersebut. Bahkan, sekarang ini, telah dibuka penerbangan Merauke-Makassar langsung. Tidak harus menyinggahi Jayapura lagi.

“Memang kami masih melakukan ujicoba untuk pengoperasian yang dilakukan tiga kali dalam seminggu. Penerbangan sudah mulai dan semalam kami dari Makassar terbang langsung ke Merauke dengan jumlah penumpang 74 orang. Saat kembali ini, penumpangnya mengalami peningkatan hingga 118 orang,” tuturnya .

Pesawat yang digunakan, lanjut Toto, seri 737 500. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa jika pasar mengalami perkembangan, jenis pesawat yang digunakan lebih besar lagi dengan seri 737 800. Dan, itu dapat dioperasikan setiap hari.

Direktur PT Megatama yang juga merupakan agen tiket, Ali Syahbana  ketika dimintai komentarnya mengatakan, langkah yang dilakukan Managemen Sriwijaya Air dengan membuka rute penerbangan dari Merauke langsung Makassar adalah sesuatu hal yang sangat positif.

“Saya kira ini adalah terobosan besar dan pasti banyak orang akan menggunakan jasa penerbangan tersebut dari Merauke-Makassar. Dulu kan Merpati biasa terbang langsung Merauke-Makassar. Tetapi setelah tidak beroperasi, maka rute dimaksud tidak terlayani,” katanya. (Jubi/Frans L Kobun)

Wednesday, 9 April 2014

Tiga Pesawat Milik Pemda Merauke Dioperasi

BCMerauke.com - Wakil Bupati Kabupaten Merauke, Sunarjo, S.Sos, beberapa waktu lalu,  mengatakan, hasil monitoring terakhir  tiga unit pesawat boeing 737 seri 300 milik Pemda Merauke yang dioperasikan PT. Merpati Nusantara dua pesawat masih layak terbang satunya dalam proses maintenance atau perawatan.

Dikatakan Sunarjo, tiga pesawat Pemda Merauke itu masing-masing punya salah satu mesin tribel atau rusak sehingga dibutuhkan tiga mesin yang baru. Oleh karena itu direktur teknis Merpati yang sampai saat ini belum mengundurkan diri merekomendasikan  kepada Pemda Merauke agar sebaiknya pesawat Pemda Merauke tersebut ditukar tambah dengan pesawat yang lebih layak.

Tetapi  permasalahannya kontrak kerjasama antara Merpati dan Pemda Merauke, lanjut Sunarjo, tidak ada dituliskan tentang tukar tambah sehingga Pemda Merauke sedang melakukan perubahan kontrak tersebut agar dana perawatan pesawat Rp 55 milyar  yang merupakan utang Merpati kepada Pemda Merauke dapat digunakan.

Disampaikan, berubahan kontrak sudah ditandatangani Bupati dan Ketua DPRD namun belum ditandatangani pihak kedua PT. Merpati Indonesia sehingga dana perawatan pesawat itu belum bisa dicairkan. Namun direktur teknis Merpati menjamin tanggungjawab perbaikan pesawat Pemda Merauke akan dilakukan.

“Yang saya kawatirkan karena waktu terus berjalan apabila perubahan kontrak ini belum ada kejelasan Merpati untuk tandatangan namun tiba-tiba direktur teknis mengundurkan diri maka menjadi bom bagi Merauke karena aset masyarakat Merauke itu bakal tidak jelas nasipnya,” ujar Sunarjo. (SULPA)

Dua Perusahaan Ini Ingin Kelola Pesawat Milik Pemkab Merauke

BCMerauke.com - Dua perusahan tercatat telah menawarkan diri mengelola empat pesawat milik masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Tiga di antaranya adalah pesawat boeing dan satunya pesawat twin other yang biasa beroperasi ke daerah pedalaman.

Menurut Ketua Tim Kerjasama Operasional (KSO) Pesawat Milik Pemkab Merauke, Sunarjo, yang juga Wakil Bupati Merauke ini,  perusahan yang telah menawarkan untuk mengelola keempat pesawat itu, yakni Manajemen Trigana Air serta Catayu.

“Tentu pemerintah menyambut baik tawaran itu, hanya saja tak bisa serta merta menerimanya. Sebab masih ada kontrak kerjasama dengan Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Apalagi hutang piutang dari PT MNA yang miliaran rupiah belum diselesaikan ke pemerintah,”  katanya saat ditemui tabloidjubi.com, Kamis (3/4).

Selain itu, kata Sunarjo, ada dua unit pesawat boeing milik pemerintah yang kini sedang mengalami gangguan mesin dan karena itu masih sedang dalam proses perbaikan.

“Belum ada suatu pemikiran pemerintah  menerima tawaran dari kedua perusahaan itu. Ya, kita lihat ke depan nanti. Intinya, perlu penyelesaian semua hutang-piutang lebih dulu, termasuk kondisi pesawat harus baik dan siap terbang,” jelas Sunarjo.

Ditambahkannya, pihak Managemen PT MNA tetap bertanggungjawab  melakukan perbaikan terhadap kerusakan mesin yang ada. “Saya baru pulang dari Surabaya dan melihat keadaan pesawat yang ada. Memang satu pesawat boeing layak untuk terbang,” katanya.

Hanya saja, kata Sunarjo, hingga sekarang belum ada keputusan dari pihak manajemen kapan pesawat akan mulai beroperasi kembali.

Sebelumnya, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menegaskan, pihaknya masih melakukan pengkajian, termasuk mendengar laporan dari Tim KSO, terkait pembicaraan dengan PT MNA.

Pihaknya juga masih melakukan pembicaraan kembali bersama dewan. Jika sudah ada hasilnya, maka pemerintah akan mengambil langkah tepat. (Jubi/Frans L Kobun)

Thursday, 13 March 2014

PT. Merpati Tunggak Hutang di Pemkab Merauke 3 Milyar

BCMerauke.com - Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengatakan, PT Merpati Nusantara Airlines masih mempunyai hutang yang belum diselesaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke senilai kurang lebih tiga milyar rupiah.

Harga Tiket mahal, Merpati Dilaporkan ke DPRD Merauke

BCMerauke.com - Setelah merasa tidak puas dengan harga tiket yang diberlakukan oleh PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), maka salah seorang warga Merauke, Aryanto melayangkan surat ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke pada Bulan November 2013 lalu.

Sidang MPL, Desak Pemerintah Pusat Hentikan Proyek MIFEE di Merauke

BCMerauke.com - Salah satu agenda sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL)  yang dijalankan dan atau dilaksanakan dari tanggal 16-20 Januari 2014 di Gereja Petra Merauke dengan dihadiri utusan semua sinode di seluruh Indonesia adalah tidak lain mendesak kepada pemerintah pusat agar menghentikan proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) yang sedang dijalankan di Kabupaten Merauke.

Pesawat Garuda Dipastikan Mulai Beroperasi Akhir Januari

BCMerauke.com - Pesawat Garuda dipastikan akan landing perdana di Bandara Mopah-Merauke pada tanggal 28 Januari 2014 mendatang. Informasi tersebut setelah pihak managemen memberikan kepastian kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke.

Wednesday, 12 March 2014

DPRD Merauke Pertanyakan Draft KSO Dengan Dua Perusahaan

BCMerauke.com - Bertempat di ruangan rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Rabu (22/1), berlangsung pembahasan tentang kerjasama operasional (KSO) aset milik pemerintah setempat yakni pesawat maupun kapal yang dikelola oleh PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) serta PT Spil.

Merauke Akan Menjadi ‘PERUTNYA’ Indonesia Timur

BCMerauke.com - Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, M.T. mengatakan, Kabupaten Merauke akan menjadi ‘perutnya’ Papua dan wilayah Indonesia timur untuk menyuplai beras. Sebab, daerah ini sangat cocok untuk pengembangan pertanian. Bupati Merauke menyampaikan hal itu ketika memberikan sambutan di VIP Room Bandara Mopah Selasa (25/2).