Tentang Pantai Habe

Keindahan alam Papua tak hanya di punggung Utara pulau cenderawasih semata. Di bagian selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, ada sebuah pulau yang sangat elok. Namanya Pulau Habe. Pulau ini terletak di Kampung Wambi.

Tentang Bandara Mopah Merauke

Sebagai satu-satunya Airlines yang tetap mempertahankan komitmen membangun tanah Papua sejak beroperasinya PT. Merpati Nusantara tahun 1962 hingga sekarang, maka seiring dengan perkembangan pemekaran wilayah Papua dan Kabupaten Merauke.

Tentang Tugu Libra 969

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT akhirnya meresmikan Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) 969. Dalam peresmian tersebut, Bupati Romanus membeberkan secara blak-blakkan ihwal makna dari angka 969.

Tentang Pelabuhan Merauke

Dermaga pelabuhan Merauke dengan panjang 158 M, Draft 6 M dan GT 7.341 dapat disinggahi oleh kapal penumpang dan kapal perintis. Dermaga Merauke merupakan pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Merauke.

Tentang Kepala Daerah Merauke

Bupati Merauke, Bpk. Romanus Mbaraka, adalah satu dari 30 Bupati/ Walikota terbaik yang menerima piagam penghargaan dari Kemendagri melalui Sekjen Diah Anggraeni pada bulan Oktober yang lalu untuk Program Innovative Government Awards-IGA 2012.

Tuesday, 22 April 2014

Besok, Warga Imbuti Palang Bandara

BCMerauke.com -Warga dari masyarakat adat Marind Imbuti akan memalang bandara Mopah Merauke besok. Tokoh masyarakat adat Marind Imbuti, Yosef Mahuze, yang meruapakan seorang calon legislatif (caleg) pada pemilihan legislatif 9 April 2014 kepada wartawan di Merauke kemarin mengatakan, pemalangan itu dipicu karena tanah adat yang diberikan toleransi untuk cicil dari tahun 1960 sampai sekarang belum juga tuntas.

“Saya umumkan Rabu, 23 April saya berencana palang pintu utama bandara Mopah Merauke agar pemerintah menghargai hak kami anak Marind,” katanya.

Selain itu, pemalangan juga dilakukan karena dirinya tak terpilih di DPRD pada pemilihan 9 April lalu. “Kami anak Marind di atas tanah kami sendiri kalah bersaing politik pileg 2014 dengan saudara-saudara  pendatang karena kami tidak punya uang,” katanya kemarin.

Menurut dia, banyak kecurangan di pileg kali ini, diantaranya politik uang. “Saya sendiri di TPS Kuler tempat dimana saya hidup besar di sana dari 300 suara saya hanya dapat 8 suara begitu pula TPS lain suara saya sangat kecil di tanah pusaka saya ini,” ujar Yosef.

Menurut dia, warga Marind sangat tolerir terhadap warga migrant di Merauke. Namun, dalam dalam hal menjadi anggota DPRD harus mengakomodir pemilik ulayat, yaitu masyarakat Marind.   (SULPA)

Pembelian Pesawat Kepresidenan Hemat Uang Negara

BCMerauke.com - Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan, pembelian pesawat kepresiden seharga Rp 842 miliar menghemat keuangan negara.

Dalam kunjungannya ke Merauke dalam rangka uji coba pesawat operasional Kepresiden RI boeing 737 seri 800 Kamis(17/4/2014), menurut dia, pembelian pesawat ini menghemat anggaran perjalanan presiden maupun wakil presiden baik dalam maupun luar negeri dalam setahun kurang lebih 114,2 miliar.

Diungkapkan, pembelian pesawat kepresidenan ini bisa dipakai oleh presiden selanjutnya sampai kapanpun selama pesawat ini bisa terawat bagus. Selama itu pula penghematan keuangan negara untuk penjalanan dinas presiden dan wakil presiden negara Republik Indonesia.

Disampaikan, pesawat ini belum mendapat sertifikat dari Kemhean sehingga dilakukan uji coba kelayakan sebelum diterbitkan sertifikat Kemhan layak digunakan presiden dan wakil presiden.

Kelebihan pesawat ini canggih dan anti rudal aman digunakan oleh kepala dan wakil kepala Negara.

Ditambahkan, uji coba penerbangan dan lending di  Kabupaten Merauke, Papua, guna menguji jarak tempu penerbangan pesawat tersebut sebab pesawat itu bisa terbang  selama 11 jam non stop. Sehingga  rute penerbangan Sabang-Merauke melalui Manado kemudian melalui Miangas dan Pulau Rote kembali ke Jakarta merupakan rute yang tepat untuk uji jangkauan pesawat tersebut. (SULPA)

Sriwijaya Air Siap Kelola Empat Pesawat Merpati Milik Pemkab Merauke

BCMerauke.com - Direktur komersial Sriwijaya Air, Toto Nursatyo menyatakan pihaknya siap mengelola empat pesawat Merpati milik masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. “Manajemen air lines mana yang tidak suka jika diberikan kepercayaan untuk mengelola pesawat-pesawat tersebut?”ungkap Toto kepada tabloidjubi.com Senin (21/4).

Menurutnya, pihak Sriwijaya Air sangat terbuka dan siap jika diberikan kepercayaan oleh Pemkab Merauke mengelola empat pesawat yang selama ini berada di bawah manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) itu.

“Saya kira banyak airlines kepingin mengelola empat pesawat tersebut. Hanya saja, kembali kepada pemerintah setempat untuk menentukan siapa yang paling berwenang serta berkompoten,” ucapnya.

Kalaupun nanti Pemkab Merauke memberikan kepercayaan kepada pihaknya, maka menurutnya harus diselesaikan terlebih dahulu administrasi yang ada seperti status dari pesawat serta asetnya. Sehingga menjadi lebih jelas.

“Itu memang milik Pemda, tetapi juga milik negara,” tuturnya.

Toto mengaku belum menjalin komunikasi sedikitpun dengan pihak Pemda setempat untuk membicarakan hal itu, namun jika diberikan tugas dan tanggungjawab, mereka akan menyatakan siap mengelola empat pesawat yang terdiri dari tiga jenis boeing serta satu twin other itu dengan sebaik mungkin.

Sementara itu, Ketua Tim Kerjasama Operasional (KSO) Pesawat Merpati, Sunarjo, mengaku, sampai sekarang, pemerintah setempat belum mengambil suatu keputusan untuk mengalihkan empat pesawat tersebut kepada airlines lain.

“Kami masih melakukan pengkajian dan belum mengambil suatu keputusan akhir,” tandasnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Monday, 21 April 2014

Pemerintah Belum Bayar Sepersen Tanah Transmigran Milik Orang Marind

BCMerauke.com - Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke, Ignasius Ndiken mengungkapkan sudah puluhan tahun lamanya, tanah milik orang Marind di 67 titik yang ditempati oleh para transmigran, hingga kini belum dibayar sepersen pun oleh pemerintah pusat.

Menurutnya selama ini, orang Marind sudah sangat sabar dan tidak mengambil tindakan, setelah lahan milik mereka dimanfaatkan oleh transmigran untuk berbagai kegiatan pembangunan. “Tetapi harus diingat bahwa orang Marind juga mempunyai batas kesabaran,” katanya.

Selama ini, demikian Ignas, dirinya mampu untuk bisa mengendalikan situasi hingga belum ada gejolak yang terjadi.

Namun demikian, diharapkan adanya pengertian baik dari pemerintah pusat dan kabupaten agar memberikan perhatian kepada orang pribumi, setelah tanah miliknya diberikan untuk pendatang.

Selain itu, Ignas juga menyoroti dana Otonomi Khusus (Otsus) yang nilainya hingga triliunan rupiah, namunn tidak pernah dinikmati masyarakat di kampung-kampung. “Kita tidak tahu kemana uang tersebut.  Sehingga tidak mengherankan jika kehidupan masyarakat asli Papua dari hari ke hari tidak pernah mengalami kemajuan,” tegasnya.

Paulus Samkakai, salah seorang pemilih hak ulayat tanah transmigrasi menegaskan,  dirinya tidak pernah berdiam diri untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak milik mereka.

“Saya pernah membawa puluhan masyarakat dari Kampung Kaiburse, sekaligus melakukan audiens bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hanya saja, sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya,” ujar dia.

Namun demikian, jelas Paulus,  ia tidak berhenti sampai di situ saja. Berbagai langkah terus dilakukan, bahkan hingga ke Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Perwakilan Papua di Jayapura untuk membeberkan berbagai permasalahan tentang terkarung-katungnya status tanah milik orang Marind itu. (Jubi/Frans L Kobun)

Paskah, Makna Saling Mengasihi Bagi Umat Katolik Papua

BCMerauke.com - Ratusan umat mengikuti kisah sengsara Yesus Kristus melalui Jalan Salib Hidup yang diperankan oleh anak-anak dari KPG Khas Papua dengan mengambil rute mulai dari kediaman Ketua LMA Imbuti, Kasimirus Ndiken. Waktu perjalanan kurang lebih delapan kilometer hingga sampai di gereja Katolik St Theresia Buti.

Pastor Paroki Buti, Pastor Jacob Priyana dalam khotbahnya pada Minggu (20/4) mengatakan, dirinya sangat bergembira karena mulai dari Minggu Palma, Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Santo hingga Paskah, ratusan umat memadati gereja untuk mengikuti jalannya misa.

Dikatakan, momentum Paskah merupakan kebangkitan Yesus Kristus. Olehnya, umat harus merefleksikan diri dengan baik mulai dari wafatnya Yesus Kristus hingga kebangkitan-NYA. “Kita sebagai umat, harus saling mengasihi dalam setiap kegiatan dan atau aktivitas masing-masing,” pintanya.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Krispianus M menuturkan, rangkaian misa yang dilakukan hingga pada puncak Kebangkitan Yesus Kristus, dapat diikuti secara baik oleh umat Katolik. “Saya melihat umat dalam paroki maupun dari luar, berdatangan mengikuti jalannya misa,” ujarnya.

Ditambahkan, usai misa, dilanjutkan dengan beberapa rangkaian kegiatan seperti lomba mencari telur paskah bagi anak-anak, lomba makan kerupuk untuk anak-anak, lari kelereng kaum bapak-bapak serta lari karung bagi anak-anak. (Jubi/Frans L Kobun)