Tentang Pantai Habe

Keindahan alam Papua tak hanya di punggung Utara pulau cenderawasih semata. Di bagian selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, ada sebuah pulau yang sangat elok. Namanya Pulau Habe. Pulau ini terletak di Kampung Wambi.

Tentang Bandara Mopah Merauke

Sebagai satu-satunya Airlines yang tetap mempertahankan komitmen membangun tanah Papua sejak beroperasinya PT. Merpati Nusantara tahun 1962 hingga sekarang, maka seiring dengan perkembangan pemekaran wilayah Papua dan Kabupaten Merauke.

Tentang Tugu Libra 969

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT akhirnya meresmikan Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) 969. Dalam peresmian tersebut, Bupati Romanus membeberkan secara blak-blakkan ihwal makna dari angka 969.

Tentang Pelabuhan Merauke

Dermaga pelabuhan Merauke dengan panjang 158 M, Draft 6 M dan GT 7.341 dapat disinggahi oleh kapal penumpang dan kapal perintis. Dermaga Merauke merupakan pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Merauke.

Tentang Kepala Daerah Merauke

Bupati Merauke, Bpk. Romanus Mbaraka, adalah satu dari 30 Bupati/ Walikota terbaik yang menerima piagam penghargaan dari Kemendagri melalui Sekjen Diah Anggraeni pada bulan Oktober yang lalu untuk Program Innovative Government Awards-IGA 2012.

Monday, 31 March 2014

Laboraturium Klinik di Merauke Terbakar

BCMerauke.com - Sebuah rumah toko (Ruko) yang dijadikan sebagai laboratorium klinik yang beralamat di Jalan Raya Mandala, Minggu (30/3) terbakar.  Kapolres Merauke,  Ajun Komisaris Besar (Pol) Sri Satyawan kepada tabloidjubi.com di lokasi kebakaran, mengungkapkan, awalnya percikan api muncul dari korsleting listrik pada  pemanas nasi. Sehingga menyambar ke kompor yang letaknya bersebelahan.  Saat kebakaran, katanya, ada salah seorang penjaga atas nama Emi (30) tahun bersama anaknya sedang berada dalam klinik tersebut.

Melihat  itu, demikian Kapolres, penjaga itu langsung keluar dan mencoba meminta bantuan kepada polisi. Karena klinik tersebut berada di depan Kantor Satlantas Polres Merauke. Namun sayangnya, saat berlari bersama anaknya meminta bantuan, api merambat dengan cepat di lantai dua.

Beberapa saat kemudian, anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendobrak pintu depan, sekaligus berusaha masuk ke dalam dan menyelamatkan barang-barang termasuk obat-obatan serta perangkat kesehatan  serta dokumen penting lain.

Emy (30) tahun  yang hendak dikonfirmasi, masih trauma dan belum dapat memberikan keterangan. Setelah beristirahat sesaat di salah satu tempat di depan lokasi kebakaran, langsung dibawa bersama anaknya ke Polres Merauke guna dimintai keterangan.

Hingga berita ini dikirim, belum diketahui secara pasti besarnya kerugian yang diderita. Juga pemilik dari klinik tersebut.

Pantauan tabloidjubi.com, meskipun bangunan tidak rata dengan tanah, namun sebagian besar obat-obatan serta alat kesehatan lain di dalam, tak dapat diselamatkan.

Pemadam kebakaran pun tidak ada. Hanya mobil  tangki yang digunakan untuk memadamkan kobaran api selama beberapa jam.

Sementara dua bangunan di bagian sebelahnya yakni Primagama dan tempat penjualan handphone, nyaris ikut terbakar. Beruntung bahwa kobaran api di klinik itu cepat di padamkan. Sehingga api tak dapat menjalar ke dua bangunan lainnya. (Jubi/Frans L Kobun)

WWF Diminta Jangan Lupakan Pribumi di Rawa Biru

BCMerauke.com - Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Merauke, Agustinus Djoko Guritno mengatakan, masyarakat asli Papua yang tinggal di dalam daerah Rawa Biru dan sebagai pemilik hak ulayat, agar tidak boleh dilupakan. Mereka harus diberikan perhatian oleh semua pihak termasuk, Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, sebuah organisasi konservasi.

Permintaan itu disampaikan Agustinus saat memberikan sambutan pada kegiatan lokakarya presentasi hasil kajian sosial ekonomi dan budaya serta jasa lingkungan di Rawa Biru yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Merauke Kamis (27/3).

Dikatakan, daerah rawa biru yang berstatus cagar alam itu merupakan penyangga air utama bagi masyarakat di Kota Merauke dan sekitarnya. Selain itu, berada juga dalam daerah kawasan lindung.

Olehnya, lanjut Agustinus, studi loka karya yang dilakukan harus benar-benar memperhatikan dengan baik. Di rawa biru, terdapat masyarakat yang nota bene sebagai pemilik hak ulayat. Olehnya, harus diberikan perhatian dengan baik dan tak boleh dilupakan.

Masyarakat setempat, jelas dia, perlu diberikan ruang untuk bekerja demi menafkahi keluarga.  Kehidupan mereka sederhana juga, sehingga perlu diperhatikan.  Sehingga bisa hidup dan berkembang dengan baik dari waktu ke waktu.

Pasalnya, karena menetap di dalam kawasan konservasi, warga rawa biru tidak diperkenankan membuka lahan

Ditambahkan, selama ini, masyarakat setempat  menggantungkan harapan hidup dengan alam, misalnya, mencari ikan di sekitar.

“Dengan demikian, mereka tak memiliki sumber pendapatan yang jelas. Sehingga menjadi tugas serta tanggungjawab semua pihak untuk harus memberikan perhatian,”katanya.

Secara terpisah Direktur WWF Perwakilan Merauke, Paschalina Rahawarin mengatakan, loka karya dimaksud, diikuti 45 peserta yang terdiri dari perwakilan masyarakat di sekitar rawa biru, para pelanggan air PT Wedu, instansi terkait serta beberapa LSM terkait.

Lokakarya itu dimaksudkan untuk mencari rumusan terbaik dalam pengelolaan sumber daya alam rawa biru. (Jubi/Frans L Kobun)

Jhon Gluba Gebze:Mengurus Pemekaran Wilayah Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

BCMerauke.com - Tokoh Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze atau biasa disingkat JGG, menegaskan untuk mengurus dan memperjuangakan suatu pemekaran wilayah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurut JGG pemekaran wilayah harus diperjuangkan tanpa henti.

“Perlu saya sampaikan kepada semua masyarakat, dari balik jeruji besi, saya masih terus berjuang untuk pemekaran sejumlah daerah dan atau wilayah di Selatan Papua,” tegas JGG saat memberikan sambutan di hadapan ratusan masyarakat di Sekretariat Pemekaran PPS, di Merauke, Kamis (27/3).

Menurut Gebze, usaha dan semangat perjuangannya, tetap dikobarkan dan tidak pernah berhenti mengurus pemekaran Provinsi Papua Selatan (PPS), Kota Merauke, Kabupaten Muyu serta dua kabupaten lain di Kabupaten Mappi.

Sekadar diketahui, mantan Bupati Merauke, JGG saat ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jayapura. Bahkan pada Selasa (11/3) lalu, JGG selaku terdakwa korupsi penyelewengan dana APBD 2006-2009 Kabupaten Merauke sebesar Rp18,5 milyar untuk pembayaran souvenir kulit buaya, dituntut hakim enam tahun pidana penjara dan denda Rp500 juta, ditambah hukuman subsidair enam bulan pidana kurungan.

“Dulu  saya pernah berjanji, sebelum meninggal, Provinsi Papua Selatan harus jadi. Olehnya, saya akan terus berjuang, karena telah didengar seluruh lapisan masyarakat di atas tanah ini. Dan, apa yang saya perjuangkan adalah sebagai suatu bentuk persembahan dan harapan kamu semua,” tandasnya.

JGG meminta semua warga Merauke berdoa agar setelah pemilihan umum (Pemilu) nanti  sudah ada perubahan, terutama berkaitan dengan pemekaran sejumlah daerah dan atau wilayah di Selatan Papua.

Menurut JGG, amanat Presiden RI tentang pembentukan Kota Merauke sudah diketahui seluruh masyarakat sejak beberapa bulan lalu. Sedangkan khusus Provinsi Papua Selatan, telah adanya pertemuan  bersama dengan tim dari Kementerian Dalam Negeri  beberapa waktu lalu.

Sebagai tindaklanjutnya, kata mantan Bupati Merauke itu, beberapa orang sedang berada di Jakarta sekarang untuk menyerahkan data-data  penting lainnya. “Ya, setelah pelaksanaan pemilu, akan dilaksanakan pembahasan lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Merauke, Leonardus Mahuze, dalam penutupan sidang pembahasan RAPBD 2014 beberapa waktu lalu, meminta kepada pemerintah Kabupaten Merauke agar membentuk tim asistensi yang melibatkan pihak legislatif dan eksekutif, terkait pemekaran Kota Merauke. (Jubi/Frans L Kobun)

Akan Ada Patung Kritstus Raja Di Pulau Habe

BCMerauke.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke mengalokasikan anggaran hingga mencapai belasan miliar rupiah untuk rencana pembangunan Patung Kristus Raja yang akan dilakukan dalam waktu dekat di Pulau Habe. Masyarakat di Kampung Wambi, Distrik Okaba selaku pemilik hak ulayat atas pulau tersebut, telah memberikan dukungan penuh pembangunan patung di pulau itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Daud Holenger saat ditemui tabloidjubi.com di ruang kerjanya Jumat (28/3) mengatakan, anggaran telah ditetapkan dalam APBD Kabupaten Merauke. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, pembangunan Patung Kristus Raja akan mulai dilangsungkan di pulau tengah laut itu.

Lebih lanjut Holenger mengungkapkan, anggaran yang dialokasikan sangat besar hingga mencapai belasan miliar rupiah. Menurutnya, rencana untuk pengelolaan Pulau Habe, merupakan ide dan buah pikiran dari Bupati Merauke, Romanus Mbaraka.

Beberapa kali, pertemuan bersama masyarakat di Kampung Wambi dengan jumlah penduduk mencapai seribu lebih kepala keluarga dan secara keseluruhan adalah orang asli Papua, telah dilakukan.

Jadi, kata Holenger, tidak ada persoalan lagi. Karena tokoh adat di Kampung Wambi serta beberapa komponen terkait lain, sudah memberikan dukungan penuh. “Saya belum memastikan kapan pembangunan akan dilaksanakan. Tetapi dalam waktu tidak terlalu lama lagi. Karena pelantikan para pejabat pun sudah dilaksanakan,” katanya.

Ditambahkan, jika Pulau Habe telah ditata dengan baik, maka akan menjadi salah satu tempat pariwisata andalan. Karena memiliki keunikan tersendiri. Selain pulaunya, juga di sekitar kampung, terdapat pasir berkualitas serta batu-batu yang tidak ada di tempat lain.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka dalam pertemuan dengan masyarakat di Kampung Wambi beberapa waktu lalu mengatakan, setelah Pulau Habe ditata, maka yang akan mengelola adalah masyarakat setempat. “Saya akan kirim beberapa anak dari kampung ini untuk bisa belajar tentang pariwisata di luar daerah,” katanya. (Jubi/Frans L Kobun)

Sunday, 30 March 2014

Kearifan Lokal Marori Sebagai Potensi Wisata Kabupaten Merauke

Oleh : Agustinus Mahuze

Mengutip Pendapat ahli marketing Hermawan Kertadjaya “Peluang dalam dunia pariwisata Internasional akan terbuka sangat luas dengan melihat berbagai macam perubahan yang terjadi ,namun disisi lain persaingan juga sangat sengit .Setiap negara berlomba-lomba mempertahankan turis domestiknya dan mencoba menarik turis Internasional.Dengan diprediksikan bahwa pada tahun 2015 pada negara –negara berkembang akan menerima kunjungan Turis internasional yang akan lebih besar di bandingkan dengan negara Maju.

Jumlahwisatawan internasional  mengalami pelonjakan hampir 1,1 miliar sepanjang 2013. Meskipun terjadi masalah ekonomi global di beberapa negara, pertumbuhan pariwisata tujuan Asia Tenggara begitu cepat. Kenaikan pertumbuhan pariwisata ini bertepatan dengan melemahnya perekonomian hampir di seluruh negara .

Meskipun terjadi banyak masalah, pertumbuhan jumlah wisatawan tahun lalu mengalahkan ekspektasi . Pertumbuhannya melonjak sebesar lima persen menjadi 1,09 miliar wisatawan. Dalam sebuah pernyataan, Organisasi Pariwisata Dunia PBB (World Tourism Organization/WTO) menyatakan bahwa pertumbuhan akan terus berlanjut pada 2014 ini.Seperti yang dikutip melalui Okezone.com “Sektor pariwisata telah menunjukkan kapasitas yang luar biasa untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, mendorong pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja di seluruh dunia meski terjadi goncangan ekonomi dunia,” kata Taleb Rifai, Sekretaris Jenderal Badan PBB .

Diperkirakan pariwisata internasional akan tumbuh 4-5 persen di 2014. Semua negara didesak memajukan industri pariwisata masing-masing. Kunjungan yang mengalami pertumbuhan sangat signifikan dan tercepat di tahun 2013 adalah kawasan Asia-Pasifik, pencapaiannya naik enam persen menjadi 248 juta wisatawan. Asia Tenggara mengalami kenaikan dalam  jumlah kedatangan naik sebesar 10 persen.

Untuk Eropa sendiri tetap menjadi tujuan terbesar secara keseluruhan, dengan kedatangan wisatawan internasional naik lima persen menjadi 563 juta orang. Di Amerika, kedatangan wisatawan tumbuh sebesar empat persen, yaitu menjadi 169 juta wisatawan. Sementara, Afrika kedatangan 56 juta wisatawan internasional, tumbuh enam persen dari tahun sebelumnya.

Konteks diatas adalah  sebuah paradigma yang sifat fluktual ,  perubahan masyarakat soal Pasar  industri  pariwisata .Setiap negara dituntut secara cermat untuk memetahkan potensi ini sebagai ladang bagi pemasukan .Jika pemasukan ini akan meningkat  maka secara keseluruhan daya saing ekonomi masyarakat dapat terjamin  .Dalam konteks pengembangan daerah melalui kewenangan otonomi khusus yang dimiliki maka setiap kebijakan hendaknya mempertimbangkan aspek partisipatif sebagai Instrumen kebijakan yang interaktif .Sehingga arah perubahan masyarakat dapat terjalin dengan baik . Segala macam perubahan yang ada telah membuat dunia pariwisata berevolusi .Untuk para travel bisnis player perlu memahami bagaimana evolusi itu terjadi sehingga itu menjadi appleaing bagi costumer.

Dalam wacana pengembangan Pariwisata di Merauke perlu dilakukan pengkajian yang strategis untuk merekonstruksi pemikiran berkaitan dengan kebijakan maupun eksekusi pelaksanaan pengembangan pariwisata di Merauke .Salah satu Instrumen adalah tata kelola melalui kebijakan aturan yang konstruktif yang sinergisdan pemetaan potensi wisata .Pemetaan potensi Wisata merupakan wacana yang sifatnya konstruktif untuk merencakan secara strategis yang berkelanjutan.Upaya ini sebagai salah satu cara untuk membangun sinergi yang harmonis  .Sehingga stokholderdidaerah  di dalam pengambilan Keputusan bersama berdasarkan kajian yang utuh .Semua  dilibatkan sehingga acuan pengembangan masyarakat dapat berjalan dengan baik .Untuk mencapai tata kelola tersebut ,ada perencanaan strategis di  yang bisa konstribusikan sebagai usaha untuk membangun  dunia pariwisata Merauke.

Seperti yang dikemukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dikutip melalui kantor berita ANTARA ‘Pemerintah sedang berupaya untuk menggali potensi wisata Merauke di Papua. Pihaknya menggandeng para pemangku kepentingan di Kabupaten Merauke meliputi kepala-kepala adat, pastor, dan satuan kerja di Pemkab Merauke. Faried menyarankan agar pengembangan bertahap dilakukan paralel antara pengembangan aksesibilitas dan sarana pendukung pariwisata lainnya. Menurut Faried, masih banyak potensi wisata yang bisa digali di wilayah itu mengingat belum banyaknya wisatawan yang mengenal Merauke secara khusus. Namun Dinas Pariwisata Merauke mencatat jumlah wisatawan nusantara yang mengunjungi Merauke pertahun rata-rata sudah mencapai 6.000 orang. Memang sudah ada Festival Dambu di Kecamatan Kimaan yang merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Merauke.

Berpijak dari Konteks diatas Konstruksi  gagasan untuk pengembangan potensi pariwisata di rencanakan adalah Wisata Spiritual .Pemetaan untuk pengembangan  yakni kampung Wasur  yang berada di Taman NasionalWasur Sebagai Pilot Project Pengembangan Shamanic Tourism  .Untuk pemetaan Kampung Potensi .Kajian ini lebih menitikberatkan pada konsep heritage .

Dalam kaitannya dengan pengembangan Tourism sebagai konsep wisata yang sifatnya Culture. Maka Konsep pengembangan  Ini merujuk  ini menitikberatkan pada persepsi  para turis merekonstruksi gagasan mereka bagaimana sebuah peradaban berkembang   serta di pelajari melalui pengamatan dan terlibat lansung di dalam kegiatan wisata .Berdasarkan riset yang telah di lakukan maka dikumpulkan beberapa hal yang berkaitan dengan konsepheritage .

Kerangka yang disusun merupakan langkah awal dari tahapan kegiatan dan perencanaan pengembangan wisata budaya sebagai bagian yang integral dari sebuah Produk Wisata bernama Wisata Shamanic Wasur atau Wasur Tourism Shamanic. Pemetaan ini memiliki urgensi dalam bentuk kemasan yang diPromosikan.
Berdasarkan kajian riset  yang telah disusun dan diasumsikan sebagai salah salah satu komoditas pariwisata yang dapat di promosikan  kedalam dan luar negeri maka Pemetaan ini menjadi Instrument yang penting bagi tata pengelolahan serta usaha dan Promosi kegiatan Wisata berbasis kebudayaan demi menunjang pendapatan asli daerah Merauke melalui kunjungan Wisata.

Langkah promosi ini akan ditentukan berdasarkan kesepakatan dan kesepahaman didalam kerangka kerja Institusi yang telah berpengalaman mengelolah kegiatan wisata didaerah Merauke . Institusi yang memiliki  kaitan dalam program atau kegiatan wisata ini.*

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana S2  Psikologi Pendidikan Mercubuana Univercity Jogjakarta/Konsultan Wisata Spiritual