Tentang Pantai Habe

Keindahan alam Papua tak hanya di punggung Utara pulau cenderawasih semata. Di bagian selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, ada sebuah pulau yang sangat elok. Namanya Pulau Habe. Pulau ini terletak di Kampung Wambi.

Tentang Bandara Mopah Merauke

Sebagai satu-satunya Airlines yang tetap mempertahankan komitmen membangun tanah Papua sejak beroperasinya PT. Merpati Nusantara tahun 1962 hingga sekarang, maka seiring dengan perkembangan pemekaran wilayah Papua dan Kabupaten Merauke.

Tentang Tugu Libra 969

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT akhirnya meresmikan Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) 969. Dalam peresmian tersebut, Bupati Romanus membeberkan secara blak-blakkan ihwal makna dari angka 969.

Tentang Pelabuhan Merauke

Dermaga pelabuhan Merauke dengan panjang 158 M, Draft 6 M dan GT 7.341 dapat disinggahi oleh kapal penumpang dan kapal perintis. Dermaga Merauke merupakan pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Merauke.

Tentang Kepala Daerah Merauke

Bupati Merauke, Bpk. Romanus Mbaraka, adalah satu dari 30 Bupati/ Walikota terbaik yang menerima piagam penghargaan dari Kemendagri melalui Sekjen Diah Anggraeni pada bulan Oktober yang lalu untuk Program Innovative Government Awards-IGA 2012.

Friday, 11 April 2014

Calon Suami Istri Di Merauke Diwajibkan Tes HIV/AIDS

BCMerauke.com - Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Merauke Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanggulangan IMS serta HIV/AIDS, setiap calon pasangan suami isteri yang hendak menikah di wilayah itu, diwajibkan melakukan tes darah lebih dulu.

“Tujuannya untuk mengetahui apakah mereka dalam keadaan sehat atau tidak. Perda mengatur seperti itu. Jadi harus dijalankan,” kata salah seorang perancang Perda itu, Guntur Ohoiwutun saat memberikan materi di Aula Hotel Megaria, Merauke,  yang diikuti para pekerja seks komersial (PSK) dan juga pramuria, Jumat (11/4).

jika dalam pemeriksaan kesehatan didapati ada yang positif terjangkit HIV/AIDS, maka menurutnya harus segera diambil langkah pengobatan. Pemeriksaan kesehatan juga berlaku bagi setiap orang yang telah dinyatakan lulus mengikuti testing Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Lebih lanjut Guntur menjelaskan, jika seseorang terkena penyakit HIV/AIDS, bisa berhubungan badan sebagaimana biasa. Tetapi dengan catatan harus menggunakan kondom. Itu adalah cara yang paling tepat untuk menghindari agar pasangannya tidak ikut terjangkit.

Guntur kembali menegaskan, penyakit HIV/AIDS itu, datang dari luar Papua. Sehingga ketika orang melakukan hubungan badan, dengan sendirinya akan terjangkit. “Kami mempunyai data jelas. Sehingga dapat menyampaikan seperti begini,” tegasnya tanpa menyebutkan secara detail berapa jumlah orang pembawa penyakit tersebut.

Salah seorang staf Komisi Penanggulangan AIDD (KPA) Kabupaten Merauke, Stef Labwoer mengatakan,  dengan  sosialisasi yang diberikan, diharapkan agar dapat diikuti dengan baik. Karena sudah pasti akan tetap ditegakan bagi mereka yang membuat dan atau melakukan pelanggaran.

Ditambahkan, bagi mereka yang terjangkit penyakit itu, diharapkan agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Karena ada beberapa tempat khusus yang dipersiapkan. Setiap orang yang berstatus sebagai orang dengan HIV/AIDS (ODHA), tetap akan dilindungi dan dijaga identitasnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Soal UN Ke Distrik Ini Harus Diantar Pakai Pesawat

BCMerauke.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze mengungkapkan, distribusi soal Ujian Nasional (UN) SMA untuk di Distrik Kimaam, menggunakan pesawat. Proses dilakukan mulai hari ini, Jumat (11/4) yang dikawal langsung oleh tim dari dinas.

Dikatakan, khusus untuk tingkat SMA, jumlah yang mengikuti pelaksanaan UN adalah 1.665. Sedangkan SMK sebanyak 829 siswa dan siswi. Jumlah itu, tidak hanya dalam kota, tetapi juga di beberapa distrik lain.

Di distrik lain seperti Okaba serta Muting, distribusi soal UN dilakukan lewat jalur darat.“ kami memberikan fokus perhatian kepada Distrik Kimaam. Karena agak jauh dan sulit transportasi. Sehingga harus menggunakan pesawat,” katanya.

Secara umum, lanjut dia, pelaksanaan ujian, akan berlangsung serempak di tingkat SMA dan SMK. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh kepala sekolah bersama para guru. Sehingga diharapkan agar siswa dan siswi dapat mengerjakan soal ujian dengan sebaik mungkin.

Ditambahkan, sesuai rencana, pembukaan pelaksanaan UN, akan berlangsung di SMA Plus Urumb. “”Kami meminta agar Pak Bupati Merauke hadir secara langsung. Tetapi kalau ada kesibukan lain, mungkin bisa diwakilkan kepada pejabat lain,” tandasnya.

Secara terpisah Kepala Sekolah SMP/SMA Satu Atap Wasur, Sergius Womsiwor mengatakan, puluhan anak didiknya sudah digembleng dengan baik dan mereka akan siap mengikuti ujian.

“Kami telah memberikan waktu tambahan bagi siswa dan siswi kelas III  mendapatkan pengetahuan terutama soal-soal yang akan diuji dalam pelaksanaan UN,” ujarnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Di Merauke, Pencoblosan Berjalan Lancar

BCMerauke.com - Pelaksanaan pencoblosan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) dalam wilayah kota dan sekitarnya di Kabupaten Merauke, pada Rabu (9/4) berjalan aman dan lancar. Pelaksanaan  pencoblosan dilakukan secara serentak mulai pukul 07.00 WIT, pada Rabu (9/4). Hanya saja,  sebagian besar TPS, masih melakukan pencoblosan dan belum melakukan penghitungan surat suara.

Sebagaimana disaksikan tabloidjubi.com di TPS 17 di Nusa Barong, Kelurahan Karang Indah, puluhan orang berdatangan untuk antre sekaligus memberikan pilihan wakil rakyatnya lima tahun ke depan. Pelaksanaan pencoblosan di TPS itu, berjalan aman dan lancar.

Hal yang sama terjadi di TPS I di Kelurahan Maro, Distrik Merauke. Banyak warga datang secara bersamaan sekitar pukul 08.00 Wit untuk mencoblos. Secara umum, waktu yang dihabiskan untuk mencoblos berkisar antara 15 sampai 20 menit. Karena harus membuka dan mencoblos empat surat suara sekaligus melipat kembali.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka usai  mencoblos di salah satu TPS di Kelurahan Mandala mengatakan, secara umum, pelaksanaan pencoblosan dilakukan secara serentak di 160 kampung dan delapan kelurahan. Karena logistik pemilu telah dikirim oleh penyelenggara.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat yang telah mempunyai hak memilih, agar mencoblos wakil rakyat sesuai hati nurani dan tidak karena intervensi dan atau tekanan dari siapapun juga,” pintanya.

Secara terpisah, Kapolres Merauke, AKBP Sri Satyatama mengatakan, hingga sekarang situasi Kamtibmas masih aman kondusif. Sejauh ini, kata dia, kerawanan belum terjadi. Kita akan lihat potensi konflik  terjadi pada saat penghitungan surat suara. Oleh karena itu, pengamanan harus terus diperketat di setiap TPS yang ada. (Jubi/Frans L Kobun)

Wednesday, 9 April 2014

Pelaku Pembunuhan Brigpol Ayomi Terungkap

BCMerauke.com - Setelah sekian lama mencari jejak kematian Brigpol Ayomi, akhirnya  Kepolisian Merauke berhasil mengungkapnya setelah tertangkapnya pelaku bernisial Y, T, A P di jalan Tansito kelurahan Maro, Distrik Merauke, Sabtu (5/4/2014).

Kapolres Merauke AKBP Sri Satyatama, SIK, mengatakan terungkapnya sejumlah pelaku dalam kasus tersebut dari hasil pengembangan informasi.

“Para pelaku berhasil ditangkap berdasarkan informasi masyarakat,” ungkap Kapolres Kepada wartawan, Senin (7/4/2014).

Dijelaskan, dari hasil pra rekonstruksi yang dilakukan, Minggu (6/04/2014), terungkap 4 pelaku yang berhasil ditangkap itu mempunyai peran masing-masing. Dua pelaku melakukan eksekusi dan dua lainnya melakukan pemantauan situasi.

“Sebenarnya ada enam pelaku, namun dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran (buron.red),” ujarnya.

Empat pelaku itu berhasil ditangkap di Transito, sementara dua pelaku lainnya berinisial H dan Y kini dalam pengejaran Polisi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron.

“Untuk pelaku dua masih DPO.  H dia berperan mematikan lampu pos. Kemudian satunya Y, dia berperan memerintahkan pelaku yang menikam pertama mendobel tikam dua kali. Semua pelaku masyarakat sipil. Keberadaan dua pelaku ini sudah diketahui, tim kami sudah bergerak untuk melakukan penangkapan,” tegasnya.

Menurut Kapolres, upaya penangkapan itu melibatkan satuan Brimob, karena kawasan Transito terkenal sebagai daerah rawan dan para pelaku ini diindikasi sering melakukan perlawanan kepada para petugas.

Kesimpulan sementara, kata Kapolres, motif pembunuhan terhadap Brigpol Ayomi bermula dari salah paham. Malam sebelum peristiwa itu, 6 pelaku pesta minuman keras (miras) di belakang Transito sampai dini hari.

Karena mirasnya habis, keenam pelaku ini beranjak hendak ke Ampera guna membeli miras lagi. Y berjalan di depan, kemudian disusul lima pelaku lainnya. Ketika melintas di depan Pos Trikora, almarhum Ayomi menegur Y karena mengeluarkan suara ribut.

Tidak puas karena ditegur, Y memberi kode ‘siul’ dengan maksud memanggil rekan-rekannya. Setelah mendatangi korban, salah satu pelaku mendorong dan seorangnya lagi menikam di depan pos, kemudian ditikam sekali lagi di dalam pos tersebut.

“Pelakunya 6 orang, 4 udah kita tangkap, tentunya motif ini kan kita dalami lagi, apa latar belakang sebenarnya. Tidak ada perlwanan dari korban, senjatanya masih didalam, korban keluar tanpa senjata,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Brigpol Ayomi ditemukan tewas di Pos Ranmor jalan Trikora pada Minggu (23/2/2014) lalu. Almarhum ditemukan tak bernyawa oleh seorang anak berumur 7 tahun pada pukul 06.00 WIT. Dari hasil visum, korban meninggal akibat kehabisan darah karena terkena luka tusukan di bagian jantung dan paru-paru. (SULPA)

Sunarjo: Perencanaan Kerja Jangan Dilakukan Di Tengah Jalan

BCMerauke.com - Wakil Bupati Merauke, Sunarjo menegaskan, perencanaan setiap program kerja, tak boleh dilakukan di tengah jalan. Tetapi harus melalui berbagai tahapan dari awal.

“Sehingga program yang disusun dan atau dijalankan, sesuai dengan harapan, serta keinginan masyarakat yang tersebar di 160 kampung,” kata Sunarjo saat  memberikan sambutan di pembukaan Musrenbang tingkat kabupaten di Aula Bela Fiesta, Merauke, Kamis (3/4).

Dikatakan Sunarjo, setiap kegiatan yang dijalankan juga, harus mengacu kepada beberapa program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta ekonomi kerakyatan.

Lebih lanjut Sunarjo menjelaskan, melalui kegiatan Musrenbang, perlu adanya sharing yang dilakukan dengan semua stakeholder terkait setiap program kerja. “Jika pada tahun-tahun sebelumnya, program kerja yang ada belum diakomodir, maka dapat dibawa kembali dalam Musrenbang agar diberikan prioritas untuk pembahasan lebih lanjut,” katanya.

Kegiatan Musrenbang yang berlangsung sehari itu, kata Sunarjo, tidak hanya dihadiri para pejabat dari setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Tetapi juga perwakilan dari semua komponen ikut hadir. Sehingga diharapkan akhir dari kegiatan dimaksud, dapat menghasilkan berbagai program kerja nanti.

Dalam kesempatan itu, Sunarjo mengharapkan kepada semua SKPD agar memiliki data base yang lengkap mulai dari jumlah penduduk, luas lahan pertanian serta data-data pendukung lain. Sehingga ketika melangkah dalam membuat suatu program kerja, benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di setiap kampung.

Ketua Panitia Musrenbang, Yakobus Tunai dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung selama satu hari. Musrenbang itu, untuk persiapan penyusunan program kerja pada tahun 2015 mendatang. Sehingga semua komponen yang hadir, agar dapat menyampaikan berbagai program kerja guna dimasukan dalam agenda untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut. (Jubi/Frans L Kobun)