Tentang Pantai Habe

Keindahan alam Papua tak hanya di punggung Utara pulau cenderawasih semata. Di bagian selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, ada sebuah pulau yang sangat elok. Namanya Pulau Habe. Pulau ini terletak di Kampung Wambi.

Tentang Bandara Mopah Merauke

Sebagai satu-satunya Airlines yang tetap mempertahankan komitmen membangun tanah Papua sejak beroperasinya PT. Merpati Nusantara tahun 1962 hingga sekarang, maka seiring dengan perkembangan pemekaran wilayah Papua dan Kabupaten Merauke.

Tentang Tugu Libra 969

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT akhirnya meresmikan Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) 969. Dalam peresmian tersebut, Bupati Romanus membeberkan secara blak-blakkan ihwal makna dari angka 969.

Tentang Pelabuhan Merauke

Dermaga pelabuhan Merauke dengan panjang 158 M, Draft 6 M dan GT 7.341 dapat disinggahi oleh kapal penumpang dan kapal perintis. Dermaga Merauke merupakan pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Merauke.

Tentang Kepala Daerah Merauke

Bupati Merauke, Bpk. Romanus Mbaraka, adalah satu dari 30 Bupati/ Walikota terbaik yang menerima piagam penghargaan dari Kemendagri melalui Sekjen Diah Anggraeni pada bulan Oktober yang lalu untuk Program Innovative Government Awards-IGA 2012.

Wednesday, 16 April 2014

Saksi Partai Golkar Kecewa Dibayar Rp 100 Ribu

BCMerauke.com - Saksi Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Merauke yang ditugaskan untuk mengawasi tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu legislatif 2014 di Kabupaten Merauke kecewa karena hanya dibayar oleh Partai Rp 100.000.

Nurmina Letsoin saksi Partai Golkar yang mengawasi di TPS Kelurahan Mandala Merauke pada pencoblosan Pemilu legislatif 9 April 2014 kepada Suluh Papua di Merauke kemarin mengatakan, honor 100 ribu yang diberikan Partai Golkar tak sebanding dengan waktu yang direlakan saksi untuk duduk di TPS mulai dari jam 7 pagi sampai jam 1 bahkan jam 3 subuh untuk proses perhitungan suara.

Dikatakan Nurmina Letsoin bahwa dirinya sudah berkali-kali menjadi saksi Partai Golkar saat pemilu. Pemilu Legislatif 2009 lalu dia menjadi saksi partai Golkar dan dibayar Rp 300 ribu tahun 2014 ini malah dia hanya dibayar Rp 100 ribu.

Dikatakan, semua saksi Partai Golkar memprotes pembayaran Rp 100 ribu tersebut mereka sudah mendatangi kantor DPD Golkar Kabupaten Merauke untuk mengembalikan uang dan meminta pembayaran ditamba menjadi Rp 400 ribu sebab waktu mereka duduk di TPS dari jam 7 pagi sampai jam 3 subuh menjelang pagi capenya tak cukup Rp 100 ribu.

“Kami saksi Golkar duduk mengawasi di TPS mulai dari jam 7 pagi sampai jam 3 subuh hanya diberi makan satu kali saja. Sementara saksi partai lain makan dua kali dan mereka juga dapat snek sedangkan kami saksi Golkar makan hanya sekali baru dibayar hanya Rp 100 ribu. Kami tidak terima kami tuntut ketua DPD Golkat Merauke bayar kami 400 atau 500 ribu per saksi,” ujar Nurmina Letsoin. (SULPA)

Polisi Kantongi Identitas Residivis Pemerkosaan di Merauke

BCMerauke.com - Kepolisian Resor Merauke, telah mengantongi identitas redivis pemerkosaan yang sering beraksi di kawasan Taman Nasional Wasur Kabupaten Merauke. Kepolisian sedang mengejar pelaku yang berkeliaran di dalam  hutan Taman Nasional Wasur guna diproses hukum.

Hal itu dikatakan Kapolres Merauke  Ajun Komisaris Besar Polisi, Sri Satyatama, Sik saat ditemui Suluh Papua di Merauke Minggu (13/4/2014). Kapolres menyampaikan, kepolisian sudah mengetahui alamat tempat tinggal pelaku namun pelaku tak pernah di rumah pelaku sudah masuk kedalam hutan taman nasional Merauke.

Anggotanya terus mengejar pelaku sampai ketemu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pelaku diduga telah melakukan pemerkosaan dengan kekerasan derhadap wanita yakni seorang PNS dan Seorang Mahasiswa di kawasan Taman Nasional Wasur  dengan waktunya berbedar.

Diungkapkan, motif pemerkosaan sama pelaku pelaku menganiaya korban terlebih dulu hingga tak berdaya baru memaksa korban untuk membuka pakaian kemudian memerkosa korban dan kabur meninggalkan korban di TKP.

Disampaikan, korban yang pertama seorang PNS saat melintas dengan sepeda motor di TKP dihadang oleh pelaku. Korban dianiaya hingga tak berdaya dan ditarik masuk kedama hutan  dipaksa membuka pakaiannya  lalu diperkosa.

Korban kedua, lanjut Kapolres, seorang mahasiswa yang sedang memarkir motor di TKP untuk menikmati kesejukan kawasan Taman Nasional tiba-tiba ditodong oleh pelaku menggunakan parang lalu dibawah kedalam hutan. Sesampai didalam hutan korban lalu dianiaya hingga tak berdaya dan diperkosa. (SULPA)

Antisipasi Musibah, Badan SAR Harus Memiliki Fasilitas Memadai

BCMerauke.com - Untuk mengantisipasi berbagai musibah dan bencana, baik kecelakaan di laut maupun kasus-kasus lain, maka Badan SAR harus memiliki fasilitas lengkap agar dapat melakukan pertolongan cepat.

Permintaan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Merauke, HBL Tobing ketika memberikan sambutan pada pelatihan SAR potensi water rescue Kantor SAR Merauke yang berlangsung di Aula Bela Fiesta Selasa (15/4). Menurutnya, selain dukungan peralatan, juga  sumber daya manusia (SDM),  dipersiapkan secara baik dan matang.

“Kita tidak dapat memungkiri jika banyak musibah yang terjadi, badan SAR mempunyai peran sangat penting dalam mempersiapkan peralatan maupun personil untuk memberikan pertolongan terhadap para korban. Sehingga perlu kesiap-siagaan secara dini,” katanya.

Sementara itu, Deputi Badan SAR RI, Marsekal (TNI) Sunarbowo Sandi mengatakan, pelatihan semacam ini digelar rutin setiap tahun.

Tidak hanya melibatkan anggota SAR saja, tetapi beberapa komponen lain termasuk masyarakat. Sehingga jika ada musibah yang terjadi,  mereka yang telah dilatih, dapat memberikan pertolongan kepada para korban.

Dijelaskan, berbagai kegiatan yang dijalankan Badan SAR untuk memberikan pertolongan terhadap para korban dalam suatu musibah adalah  semata-mata bentuk kemanusiaan. Olehnya, dalam menjalankan tugas pertolongan dilapangan, petugas selalu diingatkan agar menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik mungkin.

Ketua Panitia Kegiatan, Retno Budiarto dalam laporannya mengatakan, para peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 40 orang yang terdiri dari para nelayan serta beberapa komponen lain. Kegiatan berlangsung selama tiga hari kedepan. Selain teori, akan dilanjutkan dengan praktek di laut. (Jubi/Frans L Kobun)

Pra Rekontruksi Pembunuhan Brigpol Ayomi Diduga Hanya Rekayasa

BCMerauke.com - Prarekonstruksi terhadap pembunuhan anggota polisi di Pospol Trikora, Brigadir Polisi (Brigpol) Levianus Ayomi beberapa waktu lalu oleh Polres Merauke, diduga hanya suatu rekayasa semata yang dilakukan Polres Merauke. Akasannya, banyak kejanggalan yang terjadi saat para pelaku memerankan adegan penikaman.

Dugaan itu dikatakan Uskup Agung Merauke, Mgr Nicolaus Adi Seputra, MSC,  saat ditemui tabloidjubi.com di Sekretariat Keuskupan Selasa (15/4).

Menurutnya,  berdasarkan keterangan beberapa saksi mata saat pelaksanaan rekonstruksi, pelaku atas nama TK, sepertinya masih mencari-cari sasaran penikaman. Begitu juga pemadaman stop contact. Para pelaku, masih mencari-cari tempat lagi. Juga beberapa kejanggalan lain.

Berdasarkan  sejumlah kejanggalan itu, kata  Uskup,  pada tanggal 8 April 2014 lalu,dirinya bersama Aloysius Dumatubun datang ke Polres sekaligus  meminta izin kepada Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sri Satyatama  agar bertemu  mereka yang katanya sebagai pelaku pembunuhan Brigpol Ayomi.

“Saya menyampaikan kepada Kapolres bahwa saya ingin membantu polisi mengungkap kebenaran siapa pelaku pembunuhan anggota polisi itu. Kami  ingin mendengar secara langsung dari mulut mereka sendiri. Jadi, perlu didengar apakah benar mereka pelakunya atau bukan. Akhirnya, saya diizinkan bertemu mereka,” ujar Uskup.

Awalnya, lanjut Uskup, pertemuan dilakukan bersama FP. Saat ditanya, dia mengaku bahwa dirinya termasuk pelaku dalam kasus pembunuhan  Ayomi.

“Saya tanya kembali sampai tiga kali dan meminta untuk menjawab dengan  sesungguhnya  sesuai hati nurani. Dari situ, dengan polos mengaku, tidak tahu apa-apa dan dirinya hanya menyerahkan diri karena kasus percobaan pemerkosaan,” tandasnya.

Berikutnya, jelas Uskup, AB yang ditanya. AB  mengaku tidak tahu-menahu kasus pembunuhan tersebut. Saat kejadian, ia sedang mengikuti acara 40 malam di Jalan Natuna. “Saat itu, saya ditangkap dan  pertanyaan yang mengarah kepada pembunuhan korban Ayomi. Bahkan, saya ditempeleng serta ditendang di salah satu rusuk serta kaki diinjak sampai luka,” kata Uskup menirukan pengakuan AB.

Lebih lanjut Uskup mengaku, setelah dua orang itu didengar keterangan, dia pun bertanya kepada  TK dengan pertanyaan yang sama.   TK mengaku tidak melakukan tindakan tersebut. TK mengaku memang pada tahun 2004 lalu dia  pernah membunuh orang juga. Sejak itu,  setiap ada kasus baru, namanya selalu dibawa-bawa, termasuk dalam kasus tewasnya  Brigpol Ayomi. TK pun mengalami nasib serupa dengan dianiaya oknum anggota Polres Merauke.

Begitu juga dengan beberapa pelaku lain yang sudah ditangkap dan diamankan. Misalnya YT yang saat kejadian, sesuai pengakuan keluarga, sedang berada di Onggaya bersama salah seorang kakaknya mengambil pasir. Sehingga saat kejadian tidak berada di tempat.

Intinya, lanjut Uskup, saat kejadian para pelaku yang telah ditangkap dan diamankan Polres Merauke,  berada di rumah masing-masing  dan ada yang di tempat lain. Dengan demikian, mereka tidak terlibat secara langsung. “Saya tidak hanya mendengar keterangan dari mereka yang diduga pelaku. Tetapi bertemu secara langsung bersama isteri maupun keluarga mereka di rumah ,” tegasnya.

Uskup kembali menegaskan, dirinya juga kurang sependapat dengan tindakan yang dilakukan oknum anggota Polri yang melakukan penganiayaan terhadap para pelaku.  Seharusnya, mereka  diperlakukan secara manusiawi. Jadi, ketika mereka diperiksa pun, dengan ketakutan dan stres. Sehingga terpaksa mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban. Padahal, tidak seperti demikian.

Secara terpisah Kapolres Merauke, AKBP Sri Satyatama yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan,  dalam bertindak dengan menangkap para pelaku, atas dasar hukum  sesuai keterangan para saksi maupun alat bukti lain. “Ya, silakan saja para tersangka menyangkal. Kebenaran akan kita lihat saat putusan di pengadilan nanti,” ujarnya.

Kapolres mengayakan, kewajiban polisi adalah mengumpulkan alat bukti lain agar bisa membawa kasus dimaksud ke kejaksaan hingga pengadilan. “Jadi, kalau ada anggapan bahwa kami merekayasa kasus itu, sangatlah naif. Lagi pula, jumlah pelaku yang ditangkap, sudah empat orang,” tegasnya.

Kapolres membantah adanya enganiayaan selama proses pemeriksaan terjadap para tersangka. Namun, Kapolres mengakui  setelah penangkapan memang  ada pelaku yang sempat dipukul anak buahnya. “Karena mereka  berusaha melarikan diri. Proses pemeriksaan juga tidak dipaksakan,” katanya sambil menambahkan, para pelaku didampingi pengacara, Efrem Fangohoy, S.H. (Jubi/Frans L Kobun)

Hormati Paskah, Aktifitas KPU Merauke Dihentikan Lima Hari

BCMerauke.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke, Antonius Kaize mengatakan, terhitung mulai tanggal 17-21 April 2014, tidak ada kegiatan dan atau aktivitas yang dilakukan di Kantor KPU setempat. Hal itu  dilakukan untuk menghormati umat Kristiani yang akan merayakan Pesta Paskah.

Hal itu disampaikan Anton saat ditemui tabloidjubi.com di ruang kerjanya Selasa (15/4).  “Ya, kita harus menghormati umat Kristiani yang akan merayakan Paskah sebagai kebangkitan Yesus Kristus. Olehnya, selama beberapa hari itu, tidak ada aktivitas yang dilaksanakan di Kantor KPU Kabupaten Merauke,” katanya.

Menyinggung tentang perhitungan sementara suara dari masing-masing daerah pemilihan (Dapil), Anton mengaku, dirinya belum bisa memberikan data riil. Karena sampai sekarang, belum semua distrik memberikan laporan secara detail tentang perolehan suara.

“Memang sudah ada beberapa distrik yang sudah masuk tentang perolehan suara, tetapi kita belum dapat menyimpulkan hasilnya,” ujar dia.

Namun demikian, lanjut Anton,  hampir sebagian besar partai politik (Parpol) memperoleh jatah kursi untuk melenggang mulus ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke.  Untuk perhitungan satu kursi, katanya, suara sah dibagi dengan jumlah kursi tiap dapil.

Menyinggung tentang pelaksanaan pleno tingkat kabupaten, Anton mengaku, sesuai jadwal, akan dilangsungkan pada tanggal 22 April 2014 di Kantor KPU. Dengan pleno tersebut, maka sudah dapat diketahui hasilnya serta perolehan kursi untuk setiap partai politik.

Ditambahkan, dirinya telah mengingatkan kepada masing-masing partai politik agar mengambil berita acara di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). Sehingga bisa menjadi pegangan saat pelaksanaan pleno yang dilakukan hingga tingkat kabupaten.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar (Pol) Sri Satyatama mengatakan, secara umum, pelaksanaan pemilu legislatif berjalan secara serempat di 120 kampung, delapan kelurahan serta 20 distrik. Proses pencoblosan berjalan aman dan lancar. “Memang penghitungan surat suara masih berlangsung di tingkat PPD,” ujarnya. (Jubi/Frans L Kobun)