Tentang Pantai Habe

Keindahan alam Papua tak hanya di punggung Utara pulau cenderawasih semata. Di bagian selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, ada sebuah pulau yang sangat elok. Namanya Pulau Habe. Pulau ini terletak di Kampung Wambi.

Tentang Bandara Mopah Merauke

Sebagai satu-satunya Airlines yang tetap mempertahankan komitmen membangun tanah Papua sejak beroperasinya PT. Merpati Nusantara tahun 1962 hingga sekarang, maka seiring dengan perkembangan pemekaran wilayah Papua dan Kabupaten Merauke.

Tentang Tugu Libra 969

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT akhirnya meresmikan Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) 969. Dalam peresmian tersebut, Bupati Romanus membeberkan secara blak-blakkan ihwal makna dari angka 969.

Tentang Pelabuhan Merauke

Dermaga pelabuhan Merauke dengan panjang 158 M, Draft 6 M dan GT 7.341 dapat disinggahi oleh kapal penumpang dan kapal perintis. Dermaga Merauke merupakan pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Merauke.

Tentang Kepala Daerah Merauke

Bupati Merauke, Bpk. Romanus Mbaraka, adalah satu dari 30 Bupati/ Walikota terbaik yang menerima piagam penghargaan dari Kemendagri melalui Sekjen Diah Anggraeni pada bulan Oktober yang lalu untuk Program Innovative Government Awards-IGA 2012.

Thursday, 17 April 2014

Sriwijaya Air Fokuskan Perhatian di Pasar Papua

BCMerauke.com - Managemen maskapai Sriwijaya Air memberikan fokus perhatian terhadap pasar di Papua. "Sebab jumlah penumpang dari waktu ke waktu dengan tujuan Makassar, Surabaya, Jakarta serta beberapa daerah lain, mengalami peningkatan,” kata Comercial Director Sriwijaya Air, Toto Nursatyo kepada sejumlah wartawan di Bandara Mopah-Merauke, Rabu (16/4).

“Memang kami memberikan fokus perhatian lebih besar kepada penerbangan ke Papua. Karena pasca tidak beroperasinya Pesawat Merpati, maka jumlah penumpang yang menggunakan jasa Sriwijaya Air, terus mengalami peningkatan jumlah penumpang dari waktu ke waktu,” tambah Toto.

Beberapa rute yang telah dibuka untuk wilayah Papua, demikian Toto, adalah  Jayapura, Manokwari, Sorong, Timika serta Merauke. Kedepan, beberapa daerah lain akan tetap dimasuki Pesawat Sriwijaya Air. “Kita juga membuat akses lebih banyak terutama dari Papua menuju Makassar. Karena Makassar sebagai indikator dan penyebaran penumpang ke daerah lain di wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Diakui jika jumlah pesawat yang dioperasikan ke Papua sekarang berkisar antara enam sampai tujuh unit untuk melayani beberapa daerah tersebut. Bahkan, sekarang ini, telah dibuka penerbangan Merauke-Makassar langsung. Tidak harus menyinggahi Jayapura lagi.

“Memang kami masih melakukan ujicoba untuk pengoperasian yang dilakukan tiga kali dalam seminggu. Penerbangan sudah mulai dan semalam kami dari Makassar terbang langsung ke Merauke dengan jumlah penumpang 74 orang. Saat kembali ini, penumpangnya mengalami peningkatan hingga 118 orang,” tuturnya .

Pesawat yang digunakan, lanjut Toto, seri 737 500. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa jika pasar mengalami perkembangan, jenis pesawat yang digunakan lebih besar lagi dengan seri 737 800. Dan, itu dapat dioperasikan setiap hari.

Direktur PT Megatama yang juga merupakan agen tiket, Ali Syahbana  ketika dimintai komentarnya mengatakan, langkah yang dilakukan Managemen Sriwijaya Air dengan membuka rute penerbangan dari Merauke langsung Makassar adalah sesuatu hal yang sangat positif.

“Saya kira ini adalah terobosan besar dan pasti banyak orang akan menggunakan jasa penerbangan tersebut dari Merauke-Makassar. Dulu kan Merpati biasa terbang langsung Merauke-Makassar. Tetapi setelah tidak beroperasi, maka rute dimaksud tidak terlayani,” katanya. (Jubi/Frans L Kobun)

Lakukan Penganiayaan, Siswa Kelas III Ujian Di Polres Merauke

BCMerauke.com - Sebagai tersangka penganiayaan seorang wanita dibawah umur, FW siswa Kelas III dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Merauke, harus mengikuti Ujian Nasional (UN) di ruangan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Merauke.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sri Satyatama membenarkan jika FW adalah tersangka penganiayaan dan selama ini ditahan di Polres Merauke. “Karena duduk di bangku Kelas III, maka dia diberikan kesempatan mengikuti ujian,” katanya saat ditemui tabloidjubi.com di ruang kerjanya, Rabu (16/4).

Polres Merauke, kata Sri mengambil suatu kebijakan dengan memberikan kesempatan kepada siswa bersangkutan untuk mengikuti ujian, karena sudah dibangku Kelas III. “Kami menyiapkan salah satu ruangan di Reskrim sekaligus memberikan kesempatan mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan panitia dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke,” ujarnya.

Selama ujian berlangsung, lanjut Kapolres, FW didampingi salah seorang pengawas. Polres tidak memberikan izin agar siswa itu mengikuti pelaksanaan ujian di sekolah lantaran adanya penolakan keluarga korban. Apalagi, sampai sekarang, belum ada perdamaian yang dilakukan kedua belah pihak.

“Kami juga mengantisipasi jangan sampai keluarga korban menyerang tersangka ketika sedang mengikuti UN. Olehnya, diambil kebijakan agar bersangkutan ujian di Polres, tetapi tetap dalam pengawasan yang dilakukan tim dari instansi terkait,” tandasnya.

Sementara itu, FW yang ditemui usai menyelesaikan soal-soal ujian menuturkan, meskipun berada di sel tahanan Polres Merauke, namun dirinya bisa belajar setelah adanya buku-buku yang dihantar keluarga. “Ya, saya bisa menyelesaikan soal-soal ujian. Karena selama di dalam tahanan, selalu belajar setiap hari,” tuturnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Wednesday, 16 April 2014

Polisi Amankan 950 Liter BBM Ilegal

BCMerauke.com - Polres Merauke mengamankan 950 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga ilegal di kawasan pantai Payum, Kota Merauke, Minggu (13/4/2014)

Kasubag Humas Polres Merauke, Iptu R Nainggolan ketika dikonfirmasi SULUH PAPUA, Senin (14/4/2014) mengatakan, BBM tersebut belum diketahui pemiliknya. Karena itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Untuk sementara 950 BBM berjenis bensin itu ilegal yang diduga akan disenludup ke negara tetangga Papua Nugini (PNG) sebab diangkut tanpa ada surat-surat,” ujarnya.

Pihaknya akan mengembangkan kasus ini dengan memeriksa saksi supir pengangkut untuk mengetahui pemiliknya dan surat-surat ijin.

BBM tersebut diangkut oleh sebuah mobil pick up. Sopir pengangkut BBM ilegal itu sudah diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi.

Menurut penuturan si sopir, dirinya hanya diminta seseorang berinisial HH untuk mengangkut BBM bersebut ke pantai Payum untuk diangkut ke PNG dengan speed boat. (SULPA)

Wartawan Harus Kawal Proses Pileg

BCMerauke.com -  Ketua Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Merauke, Benediktus Tukidjo berharap agar wartawan mengkawal proses pemilihan legislatif (pileg) hingga final.

“Terus terang kami sangat berterima kasih terhadap rekan-rekan pers yang mengkawal proses pileg dari tahapan pendaftaran caleg sampai pencoblosan. Kami berharap rekan-rekan wartawan terus mengkawal proses pesta demokrasi di Merauke ini hingga tuntas,” katanya kepada SULUH PAPUA belum lama di Merauke.

Pihaknya menginginkan proses pemilu yang kondusif, sehingga ditetapkan PPL yang ditempatkan di TPS serta relawan untuk mengawasi mulai dari persiapan TPS sampai selesai penghitungan suara dan semua berjalan aman.

Selanjutnya, taka Tukidjo, pengawasan di Distrik dilakukan Pengawas Pemilu Distrik (PPD) yang bertugas mengawasi perhitungan suara di tingkat distrik.

Setelah rekap di tingkat distrik PPD akan mengkawal juga pergeseran sampai ke tingkat KPUD.

Semua tugas PPL dan PPD itu tentunya tidak terlepas dari bantuan media massa (wartawan) untuk mengawasi proses tersebut. Sehingga Panwaslu tetap berharap agar wartawan tetap mengawasi tugas PPL dan PPD, sehingga mereka bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. (SULPA)

Desember 2014 Batas Masa Aktif KTP Nasional Non e-KTP

BCMerauke.com -Desember 2014 batas masa aktif Kartu Tanda Penduduk (KTP) nasional non elektronik. Sebenarnya batas waktu yang ditentukan Pemerintah Pusat Januari 2014 namun karena banyak yang belum melakukan perekaman e-KTP sehingga diperpanjang KTP non e-KTP diperpanjang hingga Desember nanti.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  Kabupaten Merauke, Ir. Dominikus Yomkondo, M.Si saat ditemui Suluh Papua beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, KTP nasional non e-KTP masih bisa digunakan sampai Desember 2014 namun Januari 2015 sudah tidak bisa digunakan lagi namun tergantung kebijakan pusat.

Disampaikan, jumlah wajib e-KTP di Kabupaten Merauke mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun lalu, sekitar 130 ribu lebih jiwa telah melaksanakan wajib e-KTP dan diawal tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 20 ribu jiwa wajib e-KTP sehingga menjadi 150 ribu jiwa. Dan sekitar 20 ribu jiwa itu pada umumnya merupakan penduduk yang baru beranjak berusian 17 usia wajib KTP.

Disampaikan, usianya 17 tahun wajib melakukan perekaman e-KTP sehingga sekitar 20 penduduk yang sebagian besar usia 17 tahun wajib KTP belum melakukan perekaman e-KTP. Sehingga masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP itu segera melakukan perekamanan sebab selain sebagai identitas diri, manfaat e-KTP guna mempermudah pengurusan berbagai administrasi kepemerintahan maupun swasta.

“Saran juga kepada punya KTP nasional non e-KTP yang belum melakukan perekaman e-KTP segera melakukan perekaman agar supaya ketika KTP non e-KTP tidak lagi digunakan masyarakat tidak sulut dalam  mengurus berbagai keperluan misalnya keperluan pendidikan, bekerja, mendapat bantuan dan sebagainya,” ujarnya.  (SULPA)