Tentang Pantai Habe

Keindahan alam Papua tak hanya di punggung Utara pulau cenderawasih semata. Di bagian selatan Papua, tepatnya di Kabupaten Merauke, ada sebuah pulau yang sangat elok. Namanya Pulau Habe. Pulau ini terletak di Kampung Wambi.

Tentang Bandara Mopah Merauke

Sebagai satu-satunya Airlines yang tetap mempertahankan komitmen membangun tanah Papua sejak beroperasinya PT. Merpati Nusantara tahun 1962 hingga sekarang, maka seiring dengan perkembangan pemekaran wilayah Papua dan Kabupaten Merauke.

Tentang Tugu Libra 969

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT akhirnya meresmikan Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) 969. Dalam peresmian tersebut, Bupati Romanus membeberkan secara blak-blakkan ihwal makna dari angka 969.

Tentang Pelabuhan Merauke

Dermaga pelabuhan Merauke dengan panjang 158 M, Draft 6 M dan GT 7.341 dapat disinggahi oleh kapal penumpang dan kapal perintis. Dermaga Merauke merupakan pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Merauke.

Tentang Kepala Daerah Merauke

Bupati Merauke, Bpk. Romanus Mbaraka, adalah satu dari 30 Bupati/ Walikota terbaik yang menerima piagam penghargaan dari Kemendagri melalui Sekjen Diah Anggraeni pada bulan Oktober yang lalu untuk Program Innovative Government Awards-IGA 2012.

Tuesday, 1 April 2014

Logistik Pemilu di Merauke Terpaksa Diantar Pakai Speed Boat

BCMerauke.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke, Antonius Kaize menjelaskan,pengiriman  logistik Pemilu ke beberapa distrik, seperti Waan, Tabonji,dan Ilwayab, menggunakan transportasi laut berupa speed boat. Sebab tak ada jalur transportasi darat yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

Antonius  mengaku, pihaknya baru selesai melakukan rapat koordinasi bersama lima rekanan yang diberikan kepercayaan untuk mengirim logistik pemilu.

“Selain rekanan, juga beberapa komponen terkait lain seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG),karena menyangkut perkembangan cuaca,” kata Antonius saat ditemui tabloidjubi.com di Kantor KPU Merauke, Selasa (1/4). .

Menurut Antonius, pengiriman  logistik pemilu mulai dilakukan pada tanggal 3 April 2014. Khusus di beberapa distrik di Pulau Kimaam, fokusnya adalah di ibukota Distrik Kimaam. Logistik akan dikirim  dengan menggunakan kapal dari Kota Merauke.

Selanjutnya, kata Antonius, pengiriman logistik pemilu ke Distrik Waan, Tabonji, dan  Ilwayab akan menggunakan spead boat. “Pada tanggal 4-5 April, sudah sampai di tiga distrik tersebut. Dari situ, akan pengiriman akan dilanjutkan  ke kampung-kampung dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam,” kata Antonius.

Antonius menargetkan  pada 6 April semua logistik telah sampai di kampung. “Kami memberikan jaminan bahwa pelaksanaan pemilu legislatif di Kabupaten Merauke, akan berjalan serempak di 160 kampung dan delapan kelurahan yang tersebar. Sebab,  pengiriman  logistik sudah mulai dilaksanakan 3 April,” tuturnya.

Terkait dengan kemungkinan ganggamuan cuaca, Antonius mengatakan hal itu hanya bisa diatasi dengan pesawat.  “Itu alternatif yang sedang kami pikirkan dari sekarang,” tuturnya.

Kabag Ops Polres Merauke, Kompol Muhzin Neungkela, mengatakan  anggotanya sudah siap untuk melakukan pengawalan logistuk pemilu dari tingkat kota hingga sampai ke kampung-kampung yang tersebar. (Jubi/Frans L Kobun)

Kekurangan Surat Suara DPRP Sudah Diatasi

BCMerauke.com - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang membidangi logistik, Seferinus Fenanlampir,mengatakan kekurangan 963 surat suara untuk Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), telah dijemput dan atau diambil langsung di Surabaya.

“Begitu diketahui ada kekurangan, langsung ditindaklanjuti dengan penjemputan secara langsung di Surabaya. Kini surat suara sudah cukup,” kata Fenanlampir saat ditemui tabloidjubi.com di ruang kerjanya, Kantor KPU Merauke, Selasa (1/4).

Petugas di KPU Kabupaten Merauke, kata Fenanlampir,sudah melakukan pelipatan dan diisi ke dalam kotak suara. “Saya sudah mengingatkan kepada staf yang mengisi surat suara agar  harus hati-hati dalam bekerja.  Jangan sampai surat suara yang diprioritaskan untuk daerah pemilihan (Dapil) II, justru diisi di Dapil I. Ini yang perlu dijaga dengan baik,” tandasnya.

Fenablampir mengatakan perlu ketelitian dalam melipat surat suara sehingga saat dikirim tidak mengalami kendala, terutama di tempat pemungutan suara (TPS). “Apalagi beberapa distrik yang agak sulit dijangkau, termasuk susah untuk berkomunikasi,” kata dia.

Ketua KPU Kabupaten Merauke, Antonius Kaize mengatakan, pada saat pengisian surat suara dalam kotak, harus memperhatikan Dapil dengan baik. Karena nama-nama caleg dari satu dapil dengan dapil lain berbeda. “Ini yang selalu kami tekankan  kepada staf saat pengepakan dan pengisian dalam kotak surat suara,” tandasnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Antisipasi Warga PNG Ikut Pemilu, Surat Domisili Penduduk DIkeluarkan

BCMerauke.com - Untuk mengantisipasi adanya warga Papua New Guinea (PNG) yang sering melakukan kunjungan ke Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke untuk melihat dan atau menjenguk keluarga mereka, maka pihak distrik mengambil langkah mengeluarkan surat domisili penduduk menjelang pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg) pada 9 April 2014 nanti.

“Kita sudah mengambil langkah tepat. Dimana, setiap warga dari kampung-kampung di Distrik Elikobel yang telah mempunyai hak memilih, akan dikeluarkan kartu domisili penduduk. Keterangan itu hanya diterbitkan dan ditandatangani Kepala Distrik Elikobel. Di luar dari itu, tidak diperkenankan,” tegas Kepala Distrik Elikobel, Fransiskus Kamijay saat ditemui tabloidjubi.com di Kantor Bappeda Merauke, Selasa (15/4).

Fransiskus mengakui jika hampir setiap hari, warga PNG selalu datang ke Distrik Elikobel. Sehingga menjelang pelaksanaan pemilu seperti begini, perlu dilakukan pengawasan lebih ketat lagi.

“Ya, tentunya yang berhak datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah mempunyai hak dalam memilih,” tutur Fransiskus.

Fransiskus menjelaskan, pihaknya juga sudah mengingatkan kepada para kepala kampung agar ikut melakukan pemantauan terhadap warganya yang akan mengikuti pemilu legislatif pada tanggal 9 April 2014.

“Saya sudah memberikan pengarahan secara langsung ke setiap kepala kampung dan meminta agar pelaksanaan pemilu legislatif, harus berjalan dengan aman dan lancar,” tandasnya.

Menurut Fransiskus, kerjasama dengan beberapa pihak termasuk aparat keamanan telah dilakukan. “Kami telah mempunyai suatu komitmen untuk menyukseskan pemilu legislatif,” tambahnya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengharapkan agar masyarakat mempersiapkan diri untuk datang ke TPS pada tanggal 9 April 2014 sekaligus menyalurkan pilihan politiknya.

“Waktu tinggal beberapa hari kedepan. Olehnya, persiapkan diri dan  harus datang untuk mencoblos wakil rakyat yang diinginkan,” pinta Bupati Merauke ini. (Jubi/Frans L Kobun)

Monday, 31 March 2014

Hutan Adat Suku Marind Terancam Punah

BCMerauke.com - Tokoh Masyarakat Adat Kaliki Distrik Kurik Kabupaten Meruake, Agustinus Kanti Balagaize, Kamis (27/3/2014), menegaskan bahwa kegiatan eksplorasi hutan (pembabatan hutan secara liar) gua perkebunan akan mengancam masyarakat adat Marind di Kabupaten Merauke.

Kata dia, kehidupan adat berangsur-angsur punah apabila hutan yang notabene adalah pusat sakral masyarakat Marind dibabat habis demi kepentingan investor.

“Menghabisi hutan sama dengan menghabisi adat orang Marind,” tegasnya. Seraya menjelaskan bahwa, kehidupan orang Marind bersumber dari hutannya. Sehingga apabila dibabat habis oleh investor, budaya orang Marind terancam punah.

"Harus diingat bahwa budaya itu adalah adat. Tempat-tempat sakral, hutan sagu, totem dan sebagainya itu kehidupan orang Marind. Kalau semua dihabisi, maka habislah adat orang Marind. Kehidupan kami itu dari hutan, jujur harus diakui bahwa memang kami tidak punya bakat, selain mengelola hutan,” katanya.

Selaku masyarakat pemilik tanah ulayat beserta isinya, tutur Agustinus, pihaknya menginginkan hutan dikelola sendiri, bukan oleh investor. Ia berpandangan, apabila dikelola investor maka keuntungan sebesar-besarnya yang ingin diperoleh tanpa mengindahkan kelestarian hutan. Beda dengan masyarakat adat, sebagai pemilik ulayat tentu mempertimbangkan kelangsungan hidup generasinya. Dengan terus memelihara hutan, sumber kehidupan mereka akan berkelanjutan.

“Banyak orang bilang kita bodoh, tapi memang keahlian kita di hutan. Apalagi sejak pelatihan pengelolaan hutan tahun 2010 lalu, kami ingin sendiri mengelola hutan. Kami dengan tegas menolak investor yang ingin mengelola hutan kami,” tandasnya.

Ditambahkan, saat ini ada masyarakat dari beberapa distrik di Kabupaten Merauke yang menerima investasi, namun kemudian menyesal karena kehilangan sumber kehidupan dari hutannya dan tempat-tempat sakral mereka hancur di eksplorasi.

“Itu gambaran kehancuran suatu budaya. Saya kuatir kalau generasi sekarang serba mudah, asal ada uang semua gampang. Mereka harus diajarkan budaya, adat agar tidak punah. Hutan adalah adat orang Marind dan pemerintah harus bertanggungjawab terhadap pelestarian adat orang Marind,” tandasnya. (SULPA)

Blusukan Ke Sarang Arwana di Merauke

Joe Mich senang bisa memegang induk arwana
Tim Ekpedisi sebelum menjelajah Rawa Biru Taman Nasional Wasur, Merauke - Papua
Pak Ugi tersenyum senang dengan ikan barramundi
BCMerauke.com - Jauh di ujung paling timur Indonesia, tepatnya di Taman Nasional Wasur, Merauke, Papua, terdapat sebuah danau Rawa Biru ditengah lebatnya hutan rimba. Sarang ikan-ikan eksotik dunia semacam arwana Irian (scleropages jardini) dan golden barramundi  dengan ukuran besar.  Ikan-ikan arwana di sana berkembang pesat dan jarang diganggu oleh tangan-tangan jahil manusia. Kedatangan kami ke sarang arwana bukan untuk menggangunya namun untuk membuktikan kepada dunia bahwa di Indonesia terdapat ikan-ikan freshwater yang eksotik dan unik. Sebuah kesempatan yang luar biasa yang sangat sayang kalau kami sia-siakan maka ketika   Pak Dudit Widodo Host Mancing Mania Trans7 mengajak Berita Mancing, langsung oke! Mancing untuk berpetualang ke sarang arwana di Merauke, Papua. Selain alamnya yang sangat aduhai  ikan-ikan di Papua berukuran super besar. Selain bersama tim MMT7, penjelajahan ini dipimpin oleh   Joe Mich dengan anggota  Andry Sugiarto, Doni, dan  Pak Ugi. Selama 7 hari mulai tanggal 18 – 26 Juli 2013 kami blusukan ke sarang arwana itu, berikut kisahnyanya. 

Jam 9 pagi waktu Indonesia bagian Timur, tanggal 19 Juli 2013, pesawat kami tiba di Merauke, Papua. kaki kami menginjak kota paling Timur Indonesia  dengan selamat setelah menempuh penerbangan selama 12  jam dari Jakarta. Sebelum kami keluar Bandara, saya bersama Pak Ugi  menyempatkan diri untuk berfoto di pintu bandara Merauke. “Selamat datang Papua…, sudah tak tahan daku melihat kecantikan alammu,” kata Pak Ugi saat saya foto di depan Bandara Merauke. Selanjutnya kami disambut oleh Mamik yang akan menjadi pendamping dalam menjelajahi kelebatan hutan di Merauke. “Selamat datang di Merauke… dengan senang hati saya akan antar anda menjelajah sarang arwana,” kata Pak Mamik.  Pria asal Jawa Timur yang sudah menetap sekitar 20 tahun lebih  di Merauke, sapanya dengan berbahasa Jawa.


Dengan menggunakan 3 mobil, barang-barang kami masukan ke dalam mobil dan dari Bandara kami menjemput Pak Doni pancinger dari kota Sorong yang datang lebih dahulu. Tanpa istirahat kami langsung membeli perbekalan makanan untuk kami bawa ke pedalaman Taman Nasional Wasur. Usai makan siang kami dengan menggunakan 3  mobil secara beriringan menembus  lebatnya hutan. Taman Nasional Wasur adalah merupakan taman nasional di dataran rendah yang sebagian besar adalah hutan berawa dengan tanaman rawa semacam pohon bos.

Sejuknya udara dan tentramnya perasaan karena sejauh mata memandang disuguhi perasaan damai karena menyatu dengan kehijauan alam, kicauan bermacam-macam burung bagai alunan sebuah simponi yang menyentuh nurani. Saat kami masuk ke dalam rimba kami sempat berjumpa kanguru dan beberapa ekor rusa hutan. Yang menjadi cirikas pemandangan hutan adalah banyaknya sarang semut. Uniknya sarang semut sangat besar menyerupai gapura.

Tatkala  mobil kami terseok-seok menyusuri jalan di tengah hutan, dari kejauhan ada sebuah mobil pick up dengan penumpang berbaju loreng. Ternyata mereka adalah pasukan penjaga perbatasan  antara Indonesia dengan Papua Newguine. Karena kami adalah rombongan dari Mancing Mania Trans7, para pasukan sangat senang dan demikian juga dengan kami menaruh simpati yang tulus dari hati karena mereka senantiasa bertugas menjaga kedaulatan NKRI. Kesempatan ini pun kami pakai sejenak untuk berbincang-bincang dengan pasukan penjaga perbatasan tak lupa juga kami mengabadikan moment ini, lalu kami  melanjutkan perjalanan menuju ke Rawa Biru.

Satu jam kemudian kami melewati pos markas penjagaan perbatasan. Di sini kami turun untuk meminta ijin kepada pos penjagaan Rawa Biru untuk menjelaskan kedatangan kami ke Rawa Biru untuk membuat film memancing. Pasukan perbatasan menyambut kami dengan senang hati. “Semoga misi mancing anda tercapai dan mantaaap,” kata prajurit perbatasan menyalami kami.

Tujuan kami adalah rumah kepala Kampung  Rawa Biru. Lokasi  kampung tidak jauh dari pos perbatasan, jadi setelah kami sampai di pos pasukan perbatasan Rawa Biru  maka lokasi perkampungan tidak jauh lagi. Kurang lebih 15 menit mobil sudah memasuki perkampungan  yang berada di dekat Rawa Biru. Memasuki perkampungan kami disambut oleh Pak Marwan sebagai Kepala Kampung dan warga.

“Selamat datang di Rawa Biru...,selamat berpetualang,” kata Pak Marwan kepala Kampung menyambut kami. Rumah kepala Kampung memang kami pergunakan sebagai base camp. Setelah ngobrol di teras bersama pak Kepala Kampung maka  Kami segera menurunkan alat pancing, perbekalan dan bawaan pribadi. Meskipun kampung Rawa Biru berada di pedalaman, namun berkat kepemimpinan Pak Marwan, kampung itu sudah maju dan sudah menggunakan listrik dari diesel.
Pak Dudit berhasil mendapat Arwana

Usai membereskan barang-barang bawaan dan istirahat siang, pada sore harinya kami duduk-duduk ngobrol menikmati Rawa Biru  di saung yang berada di belakang rumah Kepala Kampung.  Joe Mich dan Andry memilih mengisi waktu luang itu dengan casting di dermaga dan sambil casting di depan saung. Casting santai itu langsung disambut ikan gastor atau gabus, tentunya membuat sore itu diliputi suka cita. Sementara Pak Marwan dan 2 orang memperbaiki sampan yang akan kami gunakan besok.  Dua sampan mereka buat menjadi satu, sesuai rencana kami turun 3 tim maka perlu 6 sampan untuk dijadikan 3 sampan.

Embun pagi tanggal 20 Juli 2013 yang menyelimuti desa Rawa Biru membuat kami semua terlelap olehnya. Tatkala kami terlelap Pak Mamik guide kami sudah membangunkan kami semua.  “Bangun…! Bangun.. sudah pagi, siap-siap,” kata Pak Mamik membangunkan kami. Kutengok jam tangan masih pukul 04.00  waktu setempat. “Ah.., masih ngantuk nih..,” kata kawan-kawan. Meski masih ngantuk, kami segera bangun dan bersiap-siap untuk melakukan eklporasi . Sesuai rencana,  kami akan berangkat jam 5 pagi agar sampai di spot diperkirakan jam 6 pagi. 

Setelah perbekalan makan dan minum siap, maka kami sarapan bersama untuk menjaga stamina menjelajah Rawa Biru.  Enam warga Papua yang yang akan mengantar kami mengarungi Rawa Biru juga sudah sarapan pagi.Dikeremangan pagi, 6 sampan yang digabung menjadi 3 sampan sudah berjalan pelan-pelan menembus rawa. Rumput rawa setinggi 2 meter kami terjang untuk mencapai di tengah rawa. Setelah itu kami sampai di tengah. Pak Dudit Widodo satu tim bersama Pak Doni, Joe Mich dan Andry satu sampan. Saya bersama Pak Ugi dan Mamik menjadi satu tim.

Tim Pak Dudit Widodo dan tim Joe Mich memilih casting di sebelah kiri danau, sedang tim Saya memilih di sebelah kanan. Saya, Mamik dan pak Ugi terus menerus menggempur pinggiran tebu rawa. Demikian juga Pak Dudit dan doni di sampan lain. Pak Joe Mich dan andry juga tak kalah rajin menyisir semua spot yang ada. Bermacam lure terus  kami coba untuk mendapatkan lure-lure andalan yang cocok untuk ikan di sana.

Dari kejauhan tempat kami, terlihat tim sampan yang dinaiki oleh Pak Dudit Widodo dan Pak Doni terjadi pesta strike.  Pak Dudit begitu piawai menemukan cekungan yang ditumbuhi teratai. Pak Dudit melemparkan umpan dari pinggir dan ternyata umpannya di sambar ikan golden barramundi. “Strike…  ikan barramundi di perairan tawar cukup besar.sekitar 8 kg. Mantaap,” kata pak Dudit saat di shooting.

Pak Dudit dan pak Doni nampaknya tidak mau pindah lokasi dan memilih untuk stay di lokasi strike pertama. “Saya yakin ini adalah sarang ikan. Jadi kita ga usah pindah, kita lempar dari sisi samping dan depan, jangan lewati sarangnya,” kata pak Dudit memberi aba-aba kepada tukang sampan. Benar saja apa yang diperkirakan Pak Dudit, ternyata memang tempat menjadi sarang ikan. Yaaap…, jebluuur…, suara lure yang disambar ikan besar mengagetkan mereka. Spontan reel menjerit diikuti joran yang melengkung  bagaikan huruf C. Kali ini Pak Dudit hanya bisa menahan joran dan ikan terlihat  liar. Kami semua yang menyaksikan berharap agar pak Dudit bisa memenangkan pertarungan.

Kehati-hatian dan ketelatenan pak Dudit membuahkan hasil. Pelan namun pasti ikan berhasil digiring mendekati sampan. Hupp…berat.., kata Pak Dudit. Keringat mulai mengalir dari kening pancinger senior itu. “Barramundi…!” katanya, saat ikan terlihat melonjat berontak untuk berusaha melepaskan diri.  Ikan barramundi memiliki senjata di sirip rahang, bagaikan sebuah pisau rahangnya mampu memutuskan kenur. Namun bukan pancinger sejati bila tidak bisa mengatasi hal ini, Pak Dudit dengan piawai tidak membiarkan barramundi meloncat untuk melepaskan diri dan akhirnya ia berhasil memenangkan pertarungan.

“Luar biasa…, sangat besar sekali ikan golden barramundi. Timbangan kami dengan batas 30 lbs mentok. Mantaaap,” kata Pak Dudit memeluk ikan itu untuk membandingkan dengan tubuhnya yang gendut hehehe. “Saking besarnya ikan maka saya tidak memangku untuk di foto, namun kami hanya sempat memeluknya lalu melepaskan kembali,” kata Pak Dudit Riang.

“Ok, kembali ke posisi semula. Di depan kita masih banyak ikan,” kata Pak Dudit kembali casting. Benar saja pak Doni dan pak Dudit tetap mendapat ikan barramundi berukuran besar. Puncaknya kembali terjadi tatkala ikan arwana menyambar lure milik Pak Dudit. “Strike…! Arwana…!,” teriak Pak Dudit membuat tim kameraman  siap mengabadikan duel dengan ikan arwana yang kami tunggu-tunggu. Upaya ikan arwana dalam melepaskan diri dari pancingan tergolong luar biasa. Ikan ini meloncat dengan meliak-liuk badannya. Saat fight juga liar. Kembali Pak Dudit diuji ketangguhannya. Saya harus ajungi jempol buat Host MMT7 ini, ia begitu matang dan tangguh saat fight dengan ikan arwana besar dan liar itu.  Kurang lebih 10 menit ikan berhasil dinaikan ke sampan. “Mantaaaap….!” teriak Pak Dudit setelah memenangkan pertarungan.  “16 lbs atau 8 kg lumayan besar untuk ukuran ikan arwana,” Kata Pak Dudit saat mengecek berat ikan arwana. Sampan Pak Dudit berhasil mendapat 7 ekor golden Baramundi dan 1 ikan arwana.
Mamik Angler Papua

Tak jauh sampan yang dinaiki oleh Joe dan Andry juga mengalami strike. Joe Mich dengan sangat lihay juga berhasil mendapat ikan barramundi dengan bobot  sekitar 5 kg. “Lumayan dapat juga akhirnya,” kata Pak Joe Mich menunjukkan hasil pancingannya.

Terakhir yang kebagian strike adalah Pa Ugi, dan ia tidak mau mensia-siakan kesempatan . Dengan kepiawaiannya, Pak Ugi berhasil memendapatkan ikan golden barramundi dengan berat kurang lebih 5 kg.
Secara total di hari pertama ini kami menemukan sarang golden barramundi dan arwana. Total  golden barramundi yang kami dapat ada 9 dan 1 ikan arwana. Hasil yang cukup baik untuk seharian memancing di  Rawa Biru. “Lumayan, untuk membuat fil 1 episode sudah terpenuhi, semoga besok lebih baik lagi,” kata Miki, cameramen trans7, tersenyum riang melihat hasil mancing di hari pertama.***

Hari kedua


Pada hari kedua atau tanggal 21 kami teta menerapkan tehnik casting. Tiga team dihar kedua ini memisah dalam mengekplore Rawa Biru. Tim Saya  bersama Pak Ugi memilih jalur ke kanan. Ternyata dibekang saya muncul tim Pak Dudit widodo. Sedangkan tim Pak Joe Mich dan Andry memilih untuk casting ke arah kiri.
Dihari kedua ini keberuntungan tetap milik Pak Dudit Widodo dan Doni. Pak Duidit kembali mendapatkan ikan arwna dan Pak Doni mendapat ikan golden barramundi. Sedangkan tim saya melalui Pak Ugi mendapat ikan cendro air tawar.

Hari ketiga: Bonus Arwana Babon
Semangat kami terus bertambah di hari ketiga tanggal 22 Juli 2013. Tiga timterus beusaha memdapat ikan. Perolehan pertama terjadi pada Pak Ugi yang mendapat ikan dengan ukuran sedang. Perolehan semakin meningkat tatkala kami casting di salah satu cekungan. Umpan  Mamik disambar ikan arwana besar. “Strike…! Arwana..^ teriak Mamik senang.  Mamik terus memenangkan pertarungan dan sepuluh menit kemudian ikan arwan berhasil dinaikan keatas kapal untuk diambil fotonya, “Mantaaap…dengan senang hati hahaha…” ketawa Mamik bahagia.

Setelah di foto-foto nampaknya ikan lemas sehingga Pak  Joe Mich turun untuk membelai ikan dengan lembut, dalam beberapa menit kemudian ikan pulih dan sehat saat dirilis . Kami semua merasa senang bahagia. Sambil mengarah pulang umpan Pak Doni masih disambar ikan golden barramundi yang tentunya membuat kami merasa happydan mantaap bro.!!! (Beritamancing.com)